Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 16 Juli 2017 22:42 WIB

Pemerintah Libya yang didukung PBB Mendesak Pemilihan Nasional pada Bulan Maret

Tripoli, HanTer - Kepala Badan Kesepakatan Nasional (GNA) Libya telah meminta semua kelompok politik dan faksi bersenjata di negara tersebut untuk mendukung pemilihan nasional tahun depan, sebuah prakarsa yang diperkirakan akan tersandung di tengah meningkatnya perbedaan antara kamp kekuatan yang bersaing.
 
Fayez Seraj, yang berfungsi sebagai perdana menteri GNA, mengatakan dalam sebuah pidato yang dikeluarkan pada Sabtu malam bahwa pemerintahnya akan berusaha mengadakan pemilihan parlemen dan presiden pada Maret 2018, menyerukan kepada kelompok-kelompok saingan yang berbasis di timur dan barat Libya untuk menyisihkan perbedaan dan berkontribusi pada proses politik.
 
Seraj mengatakan, roadmap tersebut bisa membantu Libya mengatasi krisis saat ini dan bergerak menuju persatuan.
 
"Saya yakin bahwa semangat nasional akan mengatasi kepentingan pribadi yang sempit, dan mengundang semua orang untuk menawarkan kompromi bahkan jika hal itu menyakitkan untuk melakukannya," kata perdana menteri, sementara juga menyerukan gencatan senjata nasional dan penggabungan bertahap badan parlementer yang bersaing berdasarkan di Tripoli dan di kota timur Tobruk.
 
Libya, sebuah negara kaya minyak di Afrika Utara, telah dilanda perang yang meluas dan persaingan politik sejak diktator Muammar Gaddafi yang lama digulingkan dan terbunuh pada tahun 2011. Pemerintah saingan di barat dan timur negara tersebut, yang menikmati dukungan dari aliansi Kelompok militan, telah menolak banyak upaya untuk mengakhiri konflik di negara tersebut.
 
GNA mulai berkuasa pada akhir tahun 2015 ketika PBB akhirnya berhasil mendapatkan dukungan sebagian dari faksi politik dan faksi bersenjata dan meyakinkan mereka untuk menandatangani kesepakatan damai.
 
Namun, kelompok-kelompok yang berbasis di timur, termasuk milisi yang dipimpin oleh komandan militer Khalifa Haftar, telah menolak kewenangan GNA. Ini terjadi karena pertempuran dan perpecahan politik membuat Seraj semakin sulit untuk membentuk pemerintahan yang berfungsi sejak dia menjabat pada bulan Maret tahun lalu.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats