Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 16 Juli 2017 21:38 WIB

RUU AS Terbaru Mengusulkan Hubungan Militer yang Lebih Dekat dengan India

Washington, HanTer - Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat di Kongres telah mengeluarkan tagihan militer sebesar 621,5 miliar dolar Amerika yang mengusulkan untuk meningkatkan kerja sama militer dengan India. Amandemen terkait India disahkan oleh DPR sebagai bagian dari Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2018 (NDAA), yang dimulai pada 1 Oktober tahun ini.
 
Amandemen tersebut, yang disponsori oleh Kongres Rakyat India-Amerika Ami Bera, meminta Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat berkonsultasi dengan Sekretaris Negara, untuk mengembangkan sebuah strategi guna meningkatkan kerjasama militer antara Amerika dan India.
 
"Saya bersyukur amandemen ini berlalu dan berharap pada strategi Departemen Pertahanan yang menangani isu-isu kritis seperti tantangan keamanan bersama, peran mitra dan sekutu, dan area untuk kolaborasi dalam sains dan teknologi. Sangat penting untuk mengembangkan strategi yang meningkatkan kerjasama pertahanan kedua negara kita," kata Bera.
 
NDAA perlu dilalui oleh Senat, yang merupakan majelis tinggi Kongres, sebelum dikirim ke Gedung Putih agar Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang tersebut. NDAA 2017 tersebut telah menunjuk New Delhi sebagai mitra militer utama Washington, yang membawa India setara dengan mitra AS terdekat dalam hal transfer perdagangan senjata dan teknologi.
 
Sebelumnya pada Jumat lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mengeluarkan sebuah undang-undang militer besar-besaran untuk tahun 2018 yang jauh melebihi permintaan anggaran Trump sebelumnya. RUU tersebut mengizinkan alokasi anggaran militer sebesar 696 miliar dolar Amerika untuk tahun fiskal 2018, yang berhembus melewati anggaran yang diminta Trump sebesar 603 miliar dolar.
 
RUU tersebut juga melampaui batas pengeluaran militer yang ketat sebesar $ 549 miliar yang dikenakan berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Anggaran 2011 sekitar 72 miliar dolar Amerika.
 
AS sudah memiliki pengeluaran militer tertinggi di dunia. Peningkatan anggaran baru ini berfungsi untuk memperluas militer Amerika Serikat seperti yang dijanjikan Trump sebelumnya, yakni peningkatan "besar-besaran" dalam belanja anggaran pentagon untuk menerapkan "pembangunan militer terbesar dalam sejarah Amerika." 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats