Di Publish Pada Tanggal : Senin, 10 Juli 2017 00:33 WIB

Gencatan Senjata yang Baru di Suriah Barat Daya Mulai Berlaku

Damaskus, HanTer - Sebuah gencatan senjata baru yang ditengahi oleh Rusia, AS dan Yordania telah mulai berlaku di Suriah barat daya dalam upaya untuk mengekang kekerasan di negara Arab. Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada Minggu (9/7/2017) siang hari waktu Damaskus.
 
Kesepakatan trilateral mengenai penghentian permusuhan diumumkan pada hari Jumat lalu pasca sebuah pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Amerika, Donald Trump, di sela-sela KTT G20 di kota Hamburg, Jerman.
 
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan Moskow, Washington dan Amman telah mengeluarkan sebuah memorandum bersama mengenai pembentukan zona de-eskalasi di provinsi-provinsi Suriah di Dara`a, Quneitra dan Suwayda.
 
"Kesepakatan tersebut mencakup mengamankan akses kemanusiaan dan menjalin kontak antara oposisi di wilayah ini dan pusat pemantauan yang sedang dibangun di ibukota Yordania," tutur Lavrov.
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson juga menegaskan bahwa wilayah yang ditutupi gencatan senjata ini mempengaruhi keamanan Yordania dan merupakan "bagian yang sangat rumit dari medan perang Suriah."
 
Ramzy Ezzeldin Ramzy, utusan khusus utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah, memuji kesepakatan gencatan senjata itu sebagai hal positif, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat membantu upaya untuk mencapai perdamaian permanen di negara Arab. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats