Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 13 Mei 2017 18:54 WIB

Di Hadapan Investor China, BGI Gelar Presentasi Dermaga Industri Raksasa

Beijing, HanTer - Best & Grow Investment (BGI) menggelar pertemuan dengan para investor asal China menjelang peresmian acara One Belt One Road (Forum Investasi  Dunia) pada 14 sampai 15 Mei 2017 di Beijing, China.
 
BGI mengenalkan berbagai potensi investasi di Indonesia. BGI menggelar presentasi rencana pembangunan Dermaga Industri Raksasa berskala global atau Port Estate (GIIPE) di Kota Medan, Sumatera Utara.
 
GIIPE sebagai pusat pengembangan industri baru di Kota Medan akan mendorong aktivitas perekonomian di Sumatera Utara. Pelabuhan laut di kawasan ini akan menekan biaya logistik karena terkendala akses jauh dari pelabuhan ke kawasan industri. Nantinya, GIIPE menjadi tempat strategis karena terintegrasi dengan kawasan industri dan hunian. 
 
Tentu, kelebihan ini menjadi keuntungan sendiri untuk para investor. Dalam forum tersebut, salah satu investor China, Shenzen Qixin Construction Group Co., Ltd., melalui Deputy Chairman, Ye Hong Xiao sudah menyatakan tertarik berinvestasi di GIIPE.
 
Sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, Menteri Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, turut mempromosikan rencana ini.
 
Luhut Panjaitan mengatakan bahwa Indonesia adalah negara dengan tujuan investasi yang paling menjanjikan. Sebagai gambaran, Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan data sepanjang kuartal IV-2016 pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) negara G20 turun tipis di rata-rata 0,7 persen. 
 
Sementara Indonesia bisa mempertahankan pertumbuhan PDBnya di level 1,2 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun 2017 berada di angka 5,01 persen.
 
Menurut Luhut, investor tidak perlu takut dalam berinvestasi di Indonesia, karena pemerintah sudah merevisi regulasi yang memberatkan calon investor.
 
Pemerintah Indonesia menyambut baik  kawasan GIIPE dan mendorong para investor untuk berinvestasi dalam proyek tersebut. 
 
Selama kerja sama saling menguntungkan, Pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan penuh dan menjamin kenyamanan investasi kepada pada investor.
 
Senada dengan Luhut, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia melalui Kementerian Perindustrian memberikan rekomendasi dan dukungan terhadap pengembangan kawasan GIIPE. 
 
Pemerintah Indonesia juga menyambut baik acara ini. Komisaris Best & Grow Investment, Ishak Charlie, memaparkan berbagai keunggulan berinvestasi di GIIPE. Kawasan GIIPE berlokasi di Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara. 
 
Letaknya sangat strategis, 16 km dari pusat Kota Medan, 3.5 km dari Bandara Internasional Kuala Namu, dan 9.5 km dari pelabuhan Belawan.
 
Sebelum mengembangkan GIIPE, Best & Grow Investment sudah terbukti sukses mengembangkan proyek di Sumetera Utara, terutama di Medan, seperti Hotel JW Marriot, Medan, Centre Point Medan, Housing/Town House. Best & Grow Investment bisa menjadi mitra bisnsis terpercaya.
 
GIIPE menempati lahan seluas 2.000 Ha dan masih akan melakukan ekspansi lahan seluas 1.000 Ha. 
 
Proyek GIIPE terbagi dalam Power Plant seluas 200 Ha, Seaport seluas 200 Ha, Industrial Estate seluas 1.000 Ha, Residential seluas 200 Ha, Cruise Port, Golf & Palm Resort seluas 100 Ha, Central Business District seluas 300 Ha, dengan nilai total investasi USD 7.438.000.000 (sekitar 99 triliun rupiah).


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats