Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 12 Mei 2017 00:09 WIB

Moon Jae-in Harapan untuk Pemperbaiki Hubungan Korsel - China

Seoul, HanTer - Presiden baru Korea Selatan, Moon Jae-in, telah memberikan harapan baru untuk mencairnya hubungan dengan China, yang baru-baru ini tegang karena pengerahan sistem pertahanan rudal kontroversial di Korea Selatan. Moon, seorang liberal yang menyukai dialog dengan Korea Utara, memenangkan pemilihan Korea Selatan pada hari Rabu lalu, menggantikan Presiden Park Geun-hye yang dipecat.
 
Pemimpin China, Xi Jinping menelepon Moon pada Kamis (11/5/2017) untuk mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangan pemilihannya. Selama 40 menit  pembicaraan, Xi menekankan pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam denuklirisasi semenanjung Korea, sebuah tujuan yang bergantung pada penyelesaian masalah sistem pertahanan rudal THAAD.
 
Tong Zhao, pejabat dari Pusat Kebijakan Global Carnegie Tsinghua, mengatakan sementara kedua negara memiliki agenda serupa, masalah THAAD adalah masalah nomor satu di antara mereka.
 
Akan tetapi Zhao menuturkan meskipun nada panggilan tersebut menunjukkan kemajuan, tidak ada spesifik nyata yang dimainkan dan masih banyak ketidakpastian mengenai bagaimana kedua negara akan bergerak melewati masalah ini. "Saya masih percaya Moon Jae-in menghadapi kesulitan besar dalam membalikkan penerapan THAAD, atau bahkan melakukan modifikasi apapun," kata Zhao.
 
Dalam sebuah konferensi pers setelah percakapan kedua pemimpin tersebut, kepala urusan publik Presiden Korea Selatan, Yoon Young Chan, mengatakan bahwa Korea Selatan "sangat sadar" akan ketertarikan dan perhatian China atas THAAD. Ia menambahkan bahwa Moon mengungkapkan sebuah harapan selama percakapannya dengan Xi untuk komunikasi bilateral tentang masalah "sesegera mungkin".
 
Disisi lain, Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan pasca percakapan Moon dengan Xi, di mana pemimpinnya itu dalam percakapannya menyatakan komitmen China untuk mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea melalui "dialog". "Ini untuk kepentingan bersama China dan Korea Selatan serta keseluruhan perdamaian dan stabilitas di kawasan ini," kata Xi, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China tersebut.
 
Menurut Zhao, pemahaman China tentang bagaimana menghadapi Korea Utara sangat sesuai dengan Presiden Korea Selatan yang baru. Pertama, membekukan pengembangan nuklir Korea Utara, kemudian terlibat dengan mereka secara ekonomi sebelum mencapai tujuan akhir dari denuklirisasi.
 
"Pemerintah Korea Selatan yang baru akan secara aktif berkomunikasi dengan China mengenai masalah ini dan mencari resolusi yang tepat. Kemungkinan besar sekarang mereka dapat bekerja sama," kata Zhao.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats