Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 09 April 2017 23:30 WIB

Korban Tewas Bom Bunuh Diri di Gereja Koptik Mesir Mencapai 38 Orang

Tanta/Cairo, HanTer - Setidaknya 38 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam serangan bom di dua gereja koptik pada Minggu (9/4/2017), serangan terbaru pada agama minoritas yang semakin menjadi target milisi.
 
ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas serangan hari ini yang menargetkan gereja di Tanta dan Alexandria. Insiden bom bunuh diri terhadap gereja koptik di Mesir terjadi seminggu sebelum paskah koptik dan dalam bulan yang sama Paus Fransiskus dijadwalkan untuk mengunjungi Mesir.
 
Pemboman pertama, di Tanta, sebuah kota Delta Nil, yang berjarak kurang dari 100 kilometer di luar Kairo, menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai setidaknya 78 orang, kata Kementerian Kesehatan Mesir.
 
Serangan yang kedua, dilakukan hanya beberapa jam kemudian oleh pelaku bom bunuh diri di Alexandria yang mendekati gereja dan meledakkan rompinya setelah dihentikan oleh polisi, di mana menewaskan 11 orang, termasuk tiga polisi, dan melukai 35 orang.
 
Nabil Nader selaku saksi  ditempat kejadian mengatakan, "Saya mendengar ledakan dan berlari. Saya menemukan orang tergeletak dan tak utuh, beberapa orang, hanya setengah dari tubuh mereka tetap," tuturnya.
 
Paus Tawadros, yang menghadiri misa di katedral Saint Mark, masih berada di dalam gedung pada saat ledakan itu, namun dirinya tidak terluka, kata Kementerian Dalam Negeri.
 
Pemboman itu terjadi saat cabang IS di Mesir tampaknya meningkatkan serangan dan ancaman terhadap umat Kristen. Pada Februari, keluarga dan mahasiswa Kristen melarikan diri dari provinsi bagian utara Mesir, Sinai, setelah serentetan pembunuhan.
 
Serangan-serangan itu terjadi setelah salah satu serangan yang paling mematikan di kelompok minoritas Kristen Mesir, ketika seorang pembom bunuh diri menyerang katedral koptik terbesar, menewaskan sedikitnya 25 orang. Kelompok IS kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
 
Ribuan orang berkumpul di luar gereja di Tanta tak lama setelah ledakan, beberapa mengenakan pakaian hitam, menangis, dan menjelaskan adegan pembantaian.
 
"Ada darah di seluruh lantai dan bagian tubuh tersebar," kata seorang wanita Kristen yang berada di dalam gereja.
 
"Ada ledakan besar di aula. Api dan asap memenuhi ruangan dan luka yang sangat parah," kata wanita Kristen yang lain, Vivian Fareeg.
 
Terkait insiden tersebut, Presiden Abdel Fattah al-Sisi telah memerintahkan pertemuan darurat dewan pertahanan nasional, menurut laporan kantor berita negara.
 
Sebelumnya, sebuah afiliasi ISIS lokal mengklaim pemboman bunuh diri di sebuah gereja di Kairo pada bulan Desember lalu yang menewaskan sekitar 30 orang, sebagian besar 
 
perempuan, serta serangkaian pembunuhan di Semenanjung Sinai yang bergolak sehingga menyebabkan ratusan orang Kristen mengungsi ke daerah yang lebih aman dari negara. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats