Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 09 April 2017 00:04 WIB

Iran Ingin Senjata Kimia di Suriah Diselidiki

Dubai, HanTer - Presiden Iran Hassan Rouhani menyerukan untuk dilakukannya penyelidikan imparsial pada dugaan serangan senjata kimia di Suriah pekan ini dan memperingatkan bahwa serangan rudal Amerika Serikat berisiko meningkatkan ekstremisme di wilayah itu.
 
Teheran adalah sekutu utama kawasan Presiden Suriah Bashar al-Assad dan telah memberikan dukungan militer dan ekonomi untuk upayanya melawan kelompok pemberontak dan militan ISIS.
 
"Kami meminta agar lembaga pencari fakta internasional dibentuk, guna mencari tahu asal senjata kimia ini," kata Rouhani dalam pidatonya pada Sabtu waktu setempat.
 
Sekalipun oposisi Suriah menyambut baik serangan rudal Amerika Serikat di sebuah pangkalan udara di dekat Homs pada Jumat, kelompok itu mengatakan bahwa serangan itu jangan berlangsung hanya satu kali dan mereka sendiri tidak cukup mampu untuk menghentikan pesawat-pesawat tempur pemerintah yang menggempuri daerah-daerah yang dikuasai pemberontak.
 
Namun, dalam kicauan tentang serangan rudal, Rouhani mengatakan, "Saya menyeru dunia untuk menolak kebijakan tersebut, yang hanya membawa kehancuran dan bahaya ke kawasan dan dunia." 
 
"Agresi Amerika Serikat terhadap Shayrat (pangkalan udara Suriah-Red) memperkuat ekstremisme regional dan teror, serta pelanggaran hukum global dan ketidakstabilan, dan harus dikutuk," kata Rouhani.
 
Iran mengatakan memiliki penasihat militer dan relawan di Suriah tapi membantah memiliki kekuatan konvensional di lapangan.
 
Sementara itu, Komite Internasional Palang Merah mengatakan situasi di Suriah saat ini "menjadi suatu konflik bersenjata internasional" setelah rudal-rudal Amerika Serikat menghantam pangkalan udara Suriah.
 
Komite tersebut memperluas kewajiban kemanusiaan kedua belah pihak untuk menangani tawanan perang.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats