Di Publish Pada Tanggal : Senin, 20 Maret 2017 07:29 WIB

Peru Krisis Air Bersih Untuk Minum

Lima, HanTer - Warga di Lima, Peru, menyusuri jalan untuk mencari air minum dengan membawa botol, ember dan bejana lain, sementara pembatasan atau pemutusan pasokan telah mempengaruhi ibu kota peru untuk hari kelima berturut-turut.
 
Bukti nyata dari betapa parahnya krisis ialah kolam di Bundaran Peru, tepat di sebelah Istana Presiden, dikuras hingga kering oleh ratusan orang. Kolam umum lain juga sudah berubah jadi kering, meskipun ratusan truk tangki mengirim air ke seluruh kota tersebut.
 
Kekurangan air terjadi akibat batu dan lumpur longsor yang telah menimbun Sungai Rimac dan saluran air lain yang menjadi andalan warga Ibu Kota Peru, Lima. Tumpukan benda padat telah mengganggu kemampuan instalasi pengolahan air di La Atarjea di kota tersebut untuk memproses air jadi air minum.
 
"Kami tak bisa mengirim air keruh, air tanah. Melakukan itu akan mengakibatkan kerusakan permanen," jelas Rudecindo Vega, Presiden Instalasi Pengolahan Air di Lima, SEDAPAL, mengenai situasi terkini.
 
Namun pasokan air botolan praktis telah hilang dari toko akibat tingginya permintaan, sementara orang tertentu telah memanfaatkan situasi dan menjual air dengan harga sangat tinggi.
 
Situasi menjadi kritis di daerah yang lebih banyak penduduk dan pinggir kota, tempat air, yang tidak aman untuk diminum dan biasanya disimbun di bak untuk digunakan di taman, telah diambil.
 
Perdana Menteri Fernando Zavala, telah menyeru warga agar benar-benar bijak terhadap air yang terbatas dan menjatah penggunaannya. Pada saat yang sama ia menyampaikan harapan hujan lebat akan berhenti dan SEDAPAL dapat memulai pemrosesan air lagi.
 
Meskipun tampaknya bertolak-belakang, Peru memiliki banyak sumber air-minum besar. Namun akses ke sumber itu tak menjangkau 30 juta warganya. Delapan juta warga Peru tak memiliki air minum dan harus mengandalkan truk tangki air, dan mereka biasanya tak memperoleh cukup air buat keperluan kebersihan dasar mereka.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats