Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 05 Januari 2017 21:24 WIB

Kepolisian Mesir Tangkap Empat Tersangka

Kairo, HanTer - Kementerian Dalam Negeri Mesir memberikan pernyataan bahwa pihak kepolisian telah menangkap empat tersangka pengeboman gereja yang menewaskan puluhan umat kristen di Katedral Koptik, Kairo yang terjadi pada bulan lalu. Koptik Ortodoks yang dianut 10 persen dari 90 juta penduduk Mesir adalah komunitas kristen terbesar di Timur Tengah.
 
Dalam insiden tersebut, setidaknya 25 orang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak tewas seketika disaat bom meledak di kapel dalam Katedral St. Markus. Namun Kementerian Kesehatan mengatakan korban jiwa mencapai 28 orang. Kala itu, Presiden Abdel Fattah al-Sisi pasca insiden mengatakan, pelaku bom bunuh diri adalah seorang pria yang mengenakan rompi berisi bahan peledak. 
 
Kementerian Dalam Negeri juga mengatakan petugas telah menangkap satu dari dua orang, bersama tiga pelaku lainnya yang tengah merencanakan serangan lain. Satu pria masih dalam daftar pencarian orang, katanya tanpa memberi informasi waktu penangkapan. "Polisi juga menyita sejumlah peledak, pistol, dan amunisi saat penangkapan," tambah pihak kementerian.
 
IS sempat mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman. Pegaris keras itu mengancam akan lebih banyak menyerang umat kristiani di Mesir. Akan tetapi, pemerintah menghubungkan insiden itu dengan kelompok lainnya, di mana salah satu tersangka yakni Mahmoud Shafik, tersangka pengeboman adalah simpatisan kelompok Persaudaraan Muslim.
 
Pihak itu menambahkan, satu orang yang ditahan juga pendukung kelompok tersebut, tetapi tidak menerangkan keterkaitannya dengan tersangka lain. Meski demikian, kelompok Ikhwanul Muslimin justru mengecam serangan tersebut. Mereka menuduh pemerintahan Abdel Fattah al-Sisi gagal melindungi gereja. Akan tetapi, Presiden Abdel Fattah al-Sisi menyangkal tuduhan tersebut.
 
Sisi menjabat pada 2013, menggantikan Mohamed Mursi - anggota Persaudaraan Muslim. Presiden sempat mencabut izin kelompok tersebut, hingga ratusan anggotanya tewas dan ribuan lainnya dipenjara. Pemberontakan salah satu kelompok islam di Semenanjung Sinai, Mesir dikabarkan meningkat sejak saat itu. Bahkan mereka menyatakan setia ke pegaris keras IS pada 2014. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats