Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 04 Januari 2017 22:33 WIB

Turki Efektifkan Status Darurat Baru Mulai 19 Januari

Ankara, HanTer - Parlemen Turki Selasa malam waktu setempat melakukan pemungutan suara guna memperpanjang status darurat selama tiga bulan yang dibutuhkan oleh pemerintah setempat untuk terus melakukan pembersihan terhadap para pendukung ulama yang bermukim di Amerika Serikat.
 
Ulama yang menetap di Pennsylvania, AS, Fethullah Gulen, dituduh pemerintah Turki mendalangi percobaan kudeta pada Juli 2016 lalu, demikian media milik pemerintah setempat melaporkan.
 
"Pembersihan FETO dari negara ini belum selesai. Kami perlu mengimplementasikan status darurat hingga FETO dan semua kelompok teroris dibersihkan dari negara ini," kata Wakil Perdana Menteri Turki Numan Kurtulmus menjelang voting di parlemen tersebut.
 
Perpanjangan status tersebut berlaku efektif mulai 19 Januari 2017 setelah Turki mengalami guncangan atas serangkaian serangan yang dilakukan oleh ISIS atau kelompok militan Kurdi dan serangan terbesar terjadi dihari pertama tahun 2017 lalu, saat seorang pria bersenjata menembak mati 39 orang di kelab malam di Istanbul dalam perayaan Tahun Baru.
 
Status darurat pertama kali diberlakukan Turki setelah ada percobaan kudeta pada 15 Juli 2016 dan kemudian diperpanjang pada Oktober sehingga memungkinkan pemerintah mendorong parlemen dalam membuat undang-undang baru dan membatasi atau menangguhkan hak dan kebebasan pada saat dipandang perlu.
 
Ankara menuduh Gulen dan para pendukungnya yang disebut dengan Organisasi Teroris Gulen (FETO) berada di balik percobaan kudeta pada Juli lalu. Namun Gulen menolak segala bentuk tuduhan yang dialamatkan kepadanya itu.
 
Disisi lain, imbas dari pergerakan tersebut, lebih dari 41 ribu orang dihukum percobaan dalam kaitannya dengan upaya kudeta, selain 100 ribu orang yang menghadapi pemeriksaan secara hukum.
 
Sekitar 120 ribu orang, termasuk terntara, petugas kepolisian, guru, hakim, dan wartawan diberikan sanksi atau diberhentikan sejak kudeta tersebut, meskipun ratusan di antara mereka dikembalikan lagi ke jabatan semula. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats