Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 23 November 2016 23:22 WIB

Musnahkan 30.500 Ekor Bebek di Dua Peternakan, Korsel Siaga Flu Burung

Seoul, HanTer - Peningkatan status flu burung ke tingkat "siaga" tertinggi kedua setelah kasus pertama virus H5N6 muncul pekan lalu setelah dua peternakan bebek dinyatakan positif terjangkit, dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan, Rabu (23/11/2016).
 
Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pembangunan Daerah Pedesaan Korea Selatan mengatakan jika Wabah baru flu burung ditemukan di dua peternakan bebek di wilayah tengah dan Barat Daya
di mana 30.500 ekor bebek di kedua peternakan itu atau seluruh ternak telah dimusnahkan.
 
Sejak kasus pertama flu burung H5N6 dilaporkan muncul di wilayah yang sama Jumat pekan lalu, sudah empat kasus flu burung ditemukan. Tiga peternakan unggas di wilayah lain masih dalam tahap pengujian, menurut pernyataan kementerian.
 
Kementerian pertanian meningkatkan status flu burung dari "waspada" ke "siaga" saat banyak peternakan melapor hewannya terjangkit virus dalam waktu cukup singkat.
 
Lebih dari 510 ribu burung telah dimusnahkan demi mencegah penyebaran virus. Jumlah itu merupakan satu persen dari keseluruhan hewan ternak, 84,7 juta ekor di Korea Selatan, ungkap pejabat kementerian terkait yang menolak disebut namanya.
 
Penularan virus H5N6 pada manusia sebelumnya dilaporkan terjadi di China dan Hong Kong. Virus itu menewaskan 10 orang di China sejak April 2014, menurut data kementerian.
 
Kementerian pertanian Korea Selatan juga telah melarang distribusi hewan ternak dari peternakan dalam radius 10 kilometer (6,2 mil) lokasi pertama kali virus ditemukan. "Kami mempertimbangkan penghentian sementara distribusi produk terkait demi mencegah penyebaran virus," terang pernyataan kementerian itu.
 
Virus flu burung lainnya sempat menjangkit Korea Selatan, negara dengan perekonomian keempat terbesar Asia, sejak 2014.
 
Menurut data kementerian, wabah flu burung itu berlangsung selama 660 hari, membunuh sedikitnya 13 juta burung. Kasus terbaru dikabarkan pernah terjadi Maret. Saat itu, virus H5N8 ditemukan dalam satu peternakan bebek. 


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats