Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 02 November 2016 12:40 WIB

Perang Melawan Malaria, Uganda Bagi-bagi 24 Juta Kelambu

Kampala, HanTer - Kementerian Kesehatan Uganda akan membagikan 24 juta kelambu dalam lima bulan ke depan dalam upayanya memerangi malaria, penyakit mematikan yang menewaskan 70.000 sampai 100.000 warga setiap tahunnya.
 
Ruth Aceng, selaku Menteri Kesehatan Uganda, mengatakan kepada wartawan bahwa kegiatan pembagian Kelambu Insektisida Tahan Lama (LLIN) di seluruh dunia, yang dinamakan "Areymo Malaria --Sleep under a Mosquito net", dilancarkan pada 9 Desember sampai April tahun depan, dengan sasaran sebanyak 36 juta orang.
 
"Kegiatan tersebut bertujuan menjamin bahwa 85 persen penduduk yang dibidik memiliki akses ke LLIN dan 85 persen dari semua kelambu yang dibagikan dimanfaatkan. Berdasarkan kegiatan ini, satu kelambu akan diberikan untuk dua orang di rumah tangga," kata Aceng.
 
Ini adalah untuk ketiga kali Uganda memberikan kelambu sebagai salah satu tindakan guna memerangi penyakit itu. Dalam kegiatan pertama antara 2007 dan 2010, pemerintah membidik perempuan dan anak-anak, kelompok yang paling rentan terhadap malaria. Tiga tahun kemudian, Kementerian tersebut membagikan lebih dari 21,5 juta kelambu dengan sasaran lebih dari 35 juta orang Uganda di seluruh negeri itu.
 
Menurut Survei Indikator Malaria 2015, malaria adalah wabah di rata-rata 95 persen negara tersebut, yang mempengaruhi lebih dari 90 persen warga. Sisa lima persen negara itu terdiri atas penularan yang rentan wabah dan tidak stabil.
 
Uganda menggunakan LLIN sebagai salah satu campur tangan nasional malaria saat negara Negara Afrika Timur tersebut bersiap mencapai tahap pra-penghapusan tiga persen penyakit sebelum 2020 sebagaimana ditetapkan pada Strategi Pengurangan Nasional Uganda 2012.
 
"Setiap orang di Uganda terancam malaria, walaupun perempuan hamil dan anak-anak yang berusia lima tahun paling terpengaruh. Biaya pengobatan malaria mahal, satu episode malaria membuat satu keluarga mengeluarkan biaya rata-rata sembilan dolar AS, atau mendekati tiga persen penghasilan tahunan kebanyakan keluarga," terang Aceng.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats