Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 30 September 2016 15:39 WIB

Kereta Hantam Stasiun di New Jersey, 1 Tewas, 114 Luka-Luka

Hoboken, HanTer - Sebuah kereta pelaju menabrak stasiun di New Jersey saat jam sibuk, pada Kamis (30/9/2016) pagi waktu setempat dan menewaskan seorang perempuan di peron dan melukai lebih dari 100 orang ketika sebagian atap stasiun roboh dan reruntuhannya terhambur ke arah kerumunan.

Saksi menceritakan kejadian itu ketika bagian depan kereta menabrak perhentian jalur dengan kecepatan tinggi dan ke dalam terminal Hoboken, merobohkan tiang penopang dan menimbulkan kekacauan di salah satu pusat persinggahan tersibuk di kawasan Kota New York tersebut.

"Kami tidak ada indikasi lain selain insiden tragis, namun ... kami akan menunggu penegak hukum mencari fakta-fakta," kata Gubernur New Jersey Chris Christie dalam jumpa pers di Hoboken bersama Gubernur New York Andrew Cuomo.

Kereta nomor #1614 berangkat dari kota Spring Valley di negara bagian New York dan ada di akhir perjalanan satu jamnya ketika kecelakaan itu terjadi.

Juru mesin kereta, atau masinis, cidera dan dilarikan ke rumah sakit namun sudah bisa pulang, kata petugas, tanpa memberikan penjelasan mengenai cidera yang dialaminya.

Media setempat mengutip sumber yang tidak disebutkan, menyebut nama masinis tersebut Thomas Gallagher, dan mengatakan bahwa ia bekerja sama dengan penyelidik.

Wakil Ketua Dewan Keamanan Transportasi Nasional AS Bella Dinh-Zarr mengatakan dalam jumpa pers terpisah di Hoboken, bahwa penyelidik akan mengambil rekaman kejadian, yang mencatat kecepatan, pengereman dan data-data lain, dari sisi belakang kereta pada Kamis malam.

Ia mengatakan kereta tersebut beroperasi dalam "konfigurasi dorong-tarik" dimana kereta yang ditarik lokomotif bisa dikendarai dari ujung yang berbeda. Kereta tersebut memiliki mesin yang mendorong empat gerbong, termasuk pengendali atau lokomotif, kata petugas.

"Penyelidikan kami akan diteruskan di lokasi ini selama tujuh hingga 10 hari," kata Dinh-Zarr.

Kereta tersebut berada di jalur lima ketika menabrak bangunan terminal Hoboken pada sekitar pukul 08.45 waktu setempat.

Kantor pemeriksa medis New Jersey mengidentifikasi korban bernama Fabiola Bittar de Kroon (34) dari Hoboken. Wanita tersebut adalah mantan karyawan di departemen hukum SAP Brasil, kata perusahaan teknologi itu dalam sebuah pernyataan.

Dalam akun LinkedIn korban disebutkan bahwa ia merupakan kuasa hukum perusahaan yang belajar di Universitas International Florida.

Christie mengatakan kepada CNN, 114 orang cidera. Konsulat Jendral Tiongkok di New York mengatakan kepada kantor berita Xinhua, setidaknya satu korban cidera adalah warga negara Tiongkok.

Cuomo mengatakan jelas bahwa kereta itu masuk ke stasiun dengan kecepatan terlalu tinggi, namun belum jelas kenapa. Penyebabnya bisa jadi kesalahan manusia ataupun kesalahan teknis, kata Cuomo.

Ia menambahkan, terlalu dini untuk mengatakan apakah sistem anti-tabrakan yang dikenal sebagai pengendali kereta positif (PTC) bisa mencegah kecelakaan itu terjadi.

PTC dirancang untuk menghentikan kereta jika masinis melewatkan satu sinyal berhenti dan para pendukung sistem itu menyebutnya bisa membantu mengatasi kesalahan manusia.

Kecelakaan itu mengembalikan perhatian atas sistem anti-tabrakan yang terganggu dengan penundaan yang panjang dan diperdebatkan.

Menurut laporan NJ Transit kepada Badan Perkeretaapian Federal untuk pertengahan pertama 2016, sistem transportasi publik itu tidak memiliki PTC dalam operasinya di jaringan sejauh 326 mil.

New Jersey Transit berada di posisi kedua dalam laporan kecelakaan kereta komuter secara nasional, mulai Januari 2007 hingga Juni 2016, di bawah Amtrak.

New Jersey Transit mencatat 271 kecelakaan, atau 18 persen dari jumlah keseluruhan, dibandingkan Amtrak yang mencapai 44 persen, menurut data dari kantor Analisa Keamanan Badan Perkeretaapian Federal AS.

Mike Larson, yang bekerja sebagai masinis di NJ Transit berada 30 kaki dari kereta itu beberapa saat sebelum menabrak peron. Ia mengatakan kepada The Journal News of Westchester County, New York, bahwa kecepatan kereta naas itu nampaknya sekitar 30 mph.

Batas kecepatan di dalam stasiun adalam 10 mil (16 km) per jam, kata Dinh-Zarr kepada wartawan.

Terminal yang masuk dalam daftar Tempat Bersejarah New Jersey itu, dirancang dengan gaya Beaux Arts dan pembangunannya selesai pada 1907. Terminal tersebut terletak di tepi barat Sungai Hudson di seberang Kota New York.

Stasiun itu digunakan oleh banyak pelaju, yang menuju Manhattan dari New Jersey dan New York.

Hoboken merupakan perhentian akhir dalam rute yang dilayaninya.

Beberapa ratus pekerja darurat nampak keluar masuk stasiun, beberapa membawa korban luka menuju ambulans di luar. Para penyelidik federal kemudian mulai memeriksa reruntuhan.

Linda Albelli (62) dari Closter, New Jersey duduk di salah satu bangku gerbong belakang dan menceritakan bahwa ia merasa ada yang salah beberapa saat sebelum tabrakan terjadi.

"Saya mengatakan pada diri sendiri, 'Ya Tuhan, ia tidak melambat, dan disini biasanya kami berhenti'," kata Albelli. "Kami berjalan terlalu cepat, dan kemudian terjadi tabrakan hebat ini." Kendali Saat penyelidik mencari petunjuk penyebab kecelakaan, beberapa pihak mengatakan peristiwa semacam ini bisa dan seharusnya dicegah.

Senator AS Richard Blumenthal dari Connecticut, dalam komite senat yang mencakup masalah transportasi, mengatakan bahwa kecelakaan itu "mirip" dengan tragedi-tragedi sebelumnya terkait kurangnya atau tidak amannya praktik-praktik atau perlengkapan yang ada.

Blumenthal menyokong dibangunnya sistem anti-tabrakan.

"Bencana ini disebabkan oleh kereta yang lepas kendali - bergerak terlalu cepat dan di luar kendali. Tidak ada alasan," kata Blumenthal dalam sebuah pernyataan.

Ia mengatakan sangat dibutuhkan teknologi keamanan yang lebih baik, perlengkapan baru dan perbaikan pelatihan.

Stasiun Hoboken bersejarah yang beratap hijau dilayani oleh kereta komuter NJ Transit yang menghubungkan sebagian besar wilayah New Jersey dengan kota-kota terbesar di AS, maupun sistem mirip kereta bawah tanah Port Authority Trans-Hudson yang dikenal dengan PATH, layanan kereta api ringan dan feri ke New York.

Pada Mei 2011, sebuah kereta Port Authority of New York and New Jersey mengalami kecelakaan di stasiun Hoboken, melukai lebih dari 30 orang.

Penyelidikan yang dilakukan NTSB menyatakan kecepatan berlebih menjadi penyebab utama kecelakaan itu.

Seorang pejabat NTSB mengatakan badan tersebut melihat kemiripan antara insiden tersebut dengan kecelakaan pda Kamis.

Insiden Hoboken merupakan kejadian terbaru dalam serangkaian kecelakaan kereta fatal di AS.

Insiden terburuk dalam beberapa tahun terjadi ketika kereta Amtrak mengalami kecelakaan di Philadelphia pada 2015, menewaskan delapan orang dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats