Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 29 Mei 2016 06:06 WIB

WHO Desak Iklan Susu Formula untuk Bayi Dihentikan

Jenewa, HanTer  - Pejabat kesehatan nasional, Jumat (27/5/2016), mendukung penuh pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengakhiri pemasaran gencar pengganti air susu ibu dan makanan bayi baru lahir dan bawah lima tahun.

Sejumlah pegiat menyatakan bahwa mufakat tersebut menuntaskan perundingan pimpinan Ekuador, mengatasi perlawanan produsen susu pimpinan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Selandia Baru.

Namun, mereka khawatir bahwa pihak berwenang kesehatan nasional tidak merasa wajib melaksanakan saran tersebut karena kegagalan mendesak pedoman WHO, yang jelas mendukung susu ibu bagi bayi.

"Kami punya resolusi konsensus," kata diplomat Ekuador Martina Martinez kepada Reuters setelah pertemuan tertutup.

Pernyataan tersebut diperkirakan diadopsi oleh Majelis WHO yang beranggotakan 194 negara, Sabtu (28/5/2016).

''Tulisan "welcomes with appreciation" dalam pedoman teknis WHO, namun tidak mengesahkannya sebagaimana usulan sebelumnya,'' kata pejabat.

Dilansir Antara, Pedoman WHO berjudul "Pedoman Mengakhiri Promosi Tidak Layak Makanan bagi Bayi dan Anak-anak" menyebutkan bahwa pengganti ASI dan produk-produk susu bagi bayi berusia enam hingga 36 bulan "tidak akan dipasarkan".

Mereka mengatakan semua produk tersebut harus memperlihatkan secara jelas label keterangan "tentang pentingnya ASI lanjutan sampai dua tahun atau lebih dan pentingnya tidak memperkenalkan makanan pendamping ASI sebelum usia enam bulan." Nilai penjualan susu formula di seluruh dunia diperkirakan telah mencapai sekitar 45 miliar dolar AS. Nestle dan Danone termasuk distributor terbesar susu formula, demikian pernyataan sejumlah pegiat.

Pengganti ASI, terutama produk "susu lanjutan" dan "formula pertumbuhan" bagi bayi yang lebih tua sangat gencar promosinya dan sering memusingkan para ibu muda dengan keluhannya, kata pegiat.

"Ini baru proses, susu mahal, sering manis dan dibumbui, tidak hanya diperlukan, namun berkontribusi terhadap tingkat kekhawatiran masa kanak-kanak kelebihan berat badan dan obesitas - yang menjadi faktor pemicu penyakit kronis," kata Jaringan Aksi Makanan Bayi Internasional (IBFAN) dalam pernyataannya pada Kamis.

Pemerintahan Obama berjuang menghadapi industri susu AS dan kampanye yang mengkritik produk-produk susu, demikian pernyataan diplomat.

"AS setuju, kami bergabung dalam konsensus," kata Asisten Sekretaris Urusan Global, Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS, Jimmy Kolker.

"Butuh waktu lama untuk menyusun pedoman WHO dan butuh waktu lama bagi kami untuk menegosiasikannya," katanya. "Dalam setiap resolusi ada yang dikorbankan," kata Kolker menambahkan.
 


(Anu)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats