Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 29 Oktober 2015 12:39 WIB

ISIS Jadi Ancaman Besar Bagi Perminyakan Libya

Tripoli, HanTer-Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS/ISIS) menimbulkan ancaman besar bidang perminyakan di Libya, yang tengah bermasalah akibat dualisme pemerintahan di negara tersebut.

NIIS/ISIS beberapa kali menyerang prasarana perminyakan di Libya. Serangan terbaru NIIS/ISIS terjadi pada bulan ini di terminal minyak Es Sider meski berakhir dengan kegagalan.

Empat tahun setelah pemimpin Muammar Gaddafi terguling, Libya dilanda konflik di antara dua pemerintahan yang saling bersaing, sehingga menciptakan kekosongan kekuasaan, yang kemudian dimanfaatkan NIIS/ISIS untuk berkembang.

Akibatnya, hasil minyak di negara Afrika Utara tersebut kini tidak pernah mencapai setengah dari 1,6 juta barel per hari, yang menjadi standar pada 2011.

Sementara itu, dari sisi NIIS/ISIS, organisasi tersebut masih melakukan konsolidasi kekuatan di Libya, jauh berbeda dengan kondisi di Irak dan Suriah dimana mereka menguasai sebagian wilayah dengan pendapatan 2,9 milyar dolar AS per tahun yang sebagian besar berasal dari dari ladang minyak.

Di Libya, NIIS/ISIS menghadapi perlawanan keras dari faksi-faksi bersenjata lokal sehingga mencegah organisasi teroris tersebut menguasai aset dan pendapatan dari sektor energi.


(adt/ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats