Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 18 Agustus 2018 23:27 WIB

Indahnya Perbatasan Entikong Jadi Magnet Komunitas-Komunitas Malaysia di Wonderful Indonesia Festival 2018

Entikong, HanTer - Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Wonderful Indonesia Festival 2018 mendapat perhatian besar dari komunitas Motor Besar (Moge) asal Malaysia, Sabtu, 18 Agustus 2018.
 
Para wisatawan mancanegara (Wisman) itu berbondong-bondong hadir di perhelatan yang digelar di wilayah perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. Event Kemenpar tersebut digelar selama 2 hari yakni tanggal 18 hingga 19 Agustus 2018.
 
"Perbatasan Indonesia kini sudah bagus. Sudah sangat layak didatangi berbagai komunitas otomotif. Atraksinya juga selalu ada, termasuk event ini. Di Malaysia, sudah sangat terkenal bahwa event perbatasan di Indonesia itu wajib didatangi oleh kita para penggemar motor. Perbatasannya sangat indah,"kata Zaidan Bin Ali salah satu pimpinan rombongan Moge asal Malaysia.
 
Pria yang biasa disapa Zaidan itu juga datang ke Indonesia tidak main-main. Pihaknya memboyong semua pihak yang mendukungnya seperti media sebanyak 6 orang, Travel Agent asal Malaysia 6 orang, dari pihak Konjen RI di Kuching 8 orang, 186 Moge yang isinya satu hingga dua orang penumpang.
 
"Lebih dari 300 orang kami datang. Konsep acara yang dibuat pemerintah Indonesia juga bagus, kami setelah panjang melakukan perjalanan bisa datang menghibur diri. Musiknya juga cocok, sama dengan kesukaan kami. Dan jangan salah juga, banyak komunitas otomotif yang lain juga yang menyukai track perbatasan Indonesia ini,"kata Zaidan sambil tersenyum. 
 
Kepala Bidang Pengelolaan PLBN Entikong Viktorius Dunand mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang terus menghidupkan atraksi-atraksi wisata di perbatasan. "Kesehariannya dilewati hanya 50 hingga 100 orang pelintas batas. Namun kalau ada Kemenpar bisa melonjak hingga ribuan pelintas. Ini sangat bagus untuk ekonomi masyarakat sini,"ujar pria yang biasa disapa Viktor itu.
 
Kedepannya, PLBN sedang melakukan persiapan pembangunan pasar tradisional dan pasar modern yang dekat persis di depan PLBN Entikong. "Inilah yang dimaksud bapak Presiden Joko Widodo, bahwa kegiatan dan pergerakan ekonomi di perbatasan akan hidup jika dilakukan dengan bersama dan berkesinambungan,"harap Viktor.
 
Asisten Deputi Pemasaran I Regional II, Sumarni didampingi Kepala Bidang Pemasaran Area III-Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional 2 Sapto Haryono mengatakan, Kemenpar memang terus menyajikan acara yang menarik di perbatasan. Dalam event kali ini, penyanyi dangdut ternama Uut Permatasari akan unjuk gigi di tanggal 19 Agustus 2018. 
 
Selain itu, perayaannya disinergikan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia. Ada beragam hiburan yang telah disiapkan. Mulai dari pameran, hingga aneka jenis lomba. Kata Sapto, festival ini memiliki posisi vital untuk menarik kunjungan wisman.
 
“Festival Crossborder selalu penting, terutama untuk menaikan jumlah kunjungan wisman. Kalau jumlah kunjungan wisman naik, maka perekonomian masyarakat akan tumbuh melalui beragam transaksi. Untuk itu, kami berikan konsep hiburan terbaik. Apalagi, ini momentumnya sangat spesial,” ungkap Sapto.
 
Di hari pertama saja pengunjung sudah heboh. Pengunjung dan Wisman Malaysia disuguhkan hiburan. Ada live music, parade seni budaya, lomba permainan tradisional, lomba memasak, dan lomba panjat pinang yang menghebohkan di hari perdana.
 
Di Entikong, wisatawan memiliki banyak opsi berkunjung ke destinasi wisata lainnya. Wilayah ini memiliki wisata alam Pancur Aji, Air Terjun Saka Dua, Riam Odong, hingga Riang Enghasal. Ada juga Riam Macam, Air Lotup Jangkang, Danau Laet, Kampung Santana, hingga Goa Thang Raya. “Semua destinasi di sana eksotis. Semua itu semakin berwarna dengan kekayaan budaya yang dimiliki. Silahkan datang ke perbatasan,"ajak Sumarni yang juga diamini Sapto. 
 
Sanggau juga memiliki atraksi budaya unik yang menjadi pilar wilayah mereka. Seperti Festival Gawai Dayak sebagai representasi kultur Dayak. Sedangkan Budaya Melayu tercermin dari Festival Paradje, lalu Tionghoa diwakili Cap Go Meh. Festival Malam 1 Syuro pun identik bagi Jawa. Selain itu ada juga Festival Mandi Bedel Keraton Tayan dan Festival Tiang Sandong. 
 
“Keragaman di wilayah tersebut sangat tinggi. Kondisi ini tentu menjadi daya tarik lain terutama bagi para wismannya. Apalagi, di sekitar pintu masuk perbatasan banyak terdapat kantung-kantung potensi wisman. Selamat melaksanakan festival, dan hibur wisatawan dengan baik di hari spesial kemerdekaan Indonesia ini,"kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats