Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 20 Juli 2018 20:20 WIB

Kuliah Dulu Bayar Belakangan, Program Andalan Pemkab Karangasem

Karangasem, HanTer - Demi mencetak generasi muda yang mempunyai skill tinggi, Pemerintah Kabupaten Karangasem bekerjasama dengan Kampus Alfa Prima, mengadakan sosialisasi Kuliah Dulu Bayar Belakangan (KDBB) yang berlangsung di gedung UKM Center Amlapura, Kabupaten Karangasem, Jumat (20/7/2018). 
 
Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, kegiatan seperti ini sudah dirancang dengan matang untuk meningkatkan SDM di Kabupaten Karangasem. Oleh sebab itu, Ia meminta semua lapisan masyarakat terkait, lebih-lebih Dinas Pendidikan sebagai motor penggerak terdepan dalam pembangunan di bidang pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
 
“Pendidikan tidak akan dapat dilaksanakan oleh pemerintah saja, melainkan perlu bantuan dan kerjasama dari seluruh komponen masyarakat. Diharapkan dengan dibukanya program ini, menjadikan masyarakat karangasem lebih maju serta menjadikan Karangasem The Spirit of Bali,” kata Mas Sumatri. 
 
Kegiatan ini adalah salah satu teknik pemerintah dalam membantu masyarakat dalam menunjang di bidang pendidikan. Di Kabupaten Karangasem bidang pendidikan masih merupakan prioritas unggulan untuk membangun Karangasem.
 
"Saya memerintahkan kepada semua jajaran untuk memprioritaskan pembangunan pendidikn minimal 20 persen dari APBD wajib dibawa ke pendidikan," tegasnya.
 
Mas Sumatri menambahkan, dengan adanya kampus ini, akan memantik aktivitas dan kreativitas khususnya anak muda sehingga Kabupaten Karangasem akan semakin hidup, apalagi kalau langkah awal ini bisa ditindaklanjuti untuk menjadikan Karangasem sebagai kota pusat pendidikan di Bali. 
 
“Khusus untuk program ini akan semakin memungkinkan untuk lapisan masyarakat kurang mampu  tapi punya keinginan kuat untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,” terangnya. 
 
Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali, I Made Puri Suastika menyambut baik atas inisiatif serta prakarsa Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk meningkatkan pendidikan bagi masyarakatnya. 
 
“Pada kesempatan yang lalu, pemerintah telah menyampaikan bahwa rata-rata lamanya pendidikan masyarakat karangasem belum tamat Sekolah Dasar atau kurang dari 6 tahun. Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat tidak melanjutkan sekolah, karena mahalnya biaya pendidikan serta jauhnya tempat belajar,” ujar Suastika. 
 
Walaupun di Karangasem sudah ada perguruan tinggi seperti STKIP Agama Hindu, namun baru beberapa program yang bisa dilayani. Dengan dicanangkannya program pemerintah ini, diharapkan pendidikan di Kabupaten Karangasem lebih meningkat dan dapat bersaing dengan wilayah lainnya di Bali bahkan di Indonesia. 
 
"Kami sangat antusias menyambut perguruan tinggi yang bisa membantu lebih awal calon mahasiswa, dengan cara Kuliah Dulu Bayar Belakang," tambahnya.
 


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats