Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 19 Mei 2018 01:36 WIB

Blusukan ke KPBS Pangalengan, Kang Emil Janjikan Inovasi Regulasi dan Kreativitas Pemasaran

Pangalengan, HanTer -- Dalam rangkaian kegiatan kampanye dan blusukan di kabupaten Bandung, calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu, Ridwan Kamil berkuniung ke Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung.
 
Saat berkunjung ke KPBS, Kang Emil, demikian peraih penghargaan Wali Kota terbaik RI tahun 2017 dari Kemendagri ini, berdialog dengan jajaran manajemen KPBS dan para peternak sapi perah di Pangalengan.
 
 
KPBS Pangalengan merupakan sebuah koperasi yang beranggotakan para peternak sapi perah di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung Jawa Barat. Koperasi yang berdiri pada tahun 1969 ini telah meraih beberapa penghargaan, diantaranya, koperasi berprestasi tahun 2007, dan prestasi nasional lainnya seperti penghargaan Koperasi Teladan Nasional (1982, 1984, dan 1985), Koperasi Mandiri (1988), dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama (1997).
 
Menurut Manajer Pengolahan Susu KPBS Heri Hidayat, kapasitas mesin terpasang untuk pengolahan susu milik KPBS adalah sebesar 60 ton perhari. Namun saat ini baru mengolah 25 ton perhari. 
 
Hal ini menurut Heri disebabkan oleh semakin bekurangnya pasokan susu yang dikirim peternak, karena harga susu segar yang masij berkisar pada angka Rp 5.000,-/liter.
 
"Dengan mengolah susu yang dipasok per petani, KPBS bermaksud memberi nilai tambah pada produk susu, sehingga margin keuntungan susu pun bisa naik menjadi 5p%, dibanding dengan hanya menjual susu segar steril yang marginnya hanya 10%" ungkap Heri.
 
Saat ini, produk olahan susu KPBS, dipasarkan di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta. 
 
Kepada Ridwan Kamil, para pengurus KPBS dan peternak sapi mengharapkan agar Kang Emil, mengawal regulasi terkait stabilitas harga susu, jika ia terpilih sebagai gubernur.
 
Kang Emil pun berjanji saat terpilih sebagai gubernur, ia akan melakukan inovasi di bidang regulasi agar harga susu peternak bisa lebih tinggi. "Idealnya harga susu yang diterima peternak adalah sebesar Rp 6-7 ribu perliter. Angka ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak," ungkapnya.
 
Selain itu, Kang Emil juga menawarkan model kerjasama dimana sapi disiapkan oleh perusahaan besar, namun pengelolaannya dilakukan oleh petani dengan skema bagi hasil. 
 
Meski demikian, skema ini harus didasarkan pada skala ekonomi dan dibangun berdasarkan konsep dan sistem pengelolaan yang jelas. "Jika petani dapat mengelola sapi perah hingga 10 ekor per peternak, insya allah ini akan mendatangkan pendapatan ke petani hingga Rp 8 juta perbulan, yang seharusnya bisa membuat peternak susu sejahtera," tegasnya. 
 
Menurut Heri, tiga kecamatan di kabupaten Bandung yaitu  Pangalengan, Pacet, dan Kertasari sebenarnya mampu menampung dan mengelola hingga 35 ribu ekor sapi. "Saat ini sapi yang diternak di tiga kecamatan tersebut masih sekitar 11 ribu ekor, jadi peluangnya masih terbuka," pungkasnya.


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats