Di Publish Pada Tanggal : Senin, 14 Mei 2018 08:58 WIB

Ridwan Kamil: Warga Jabar Harus Punya Identitas Melalui Gerakan Budaya

Karawang, HanTer  - Persoalan kebudayaan, sarana dan prasarana pengembangan budaya Karawang mengemuka dalam acara konsolidasi DPC Hanura Karawang di sebuah restoran di Karawang, Minggu 13 Mei 2018. 
 
Ketua DPC Hanura Karawang, Ahmad Hardiansyah mengungkapkan bahwa Karawang memiliki  Kampung Budaya, tapi tidak termanfaatkan dengan baik. Karenanya ia  ingin provinsi berkontribusi jelas untuk budaya. Misalnya membangun museum kebudayaan di Karawang. 
 
Henhen, budayawan lokal juga menyebutkan bahwa  di Karawang ada 76 sarjana seni, saya harap  mereka diperhatikan. "Saya juga ingin ada SMK jurusan karawitan di sini," kata Henhen.
 
Kandidat Gubernur Jabar nomor urut 1,  Ridwan Kamil menyatakan siap membangun infrastruktur kesenian dan kebudayaan di Karawang. Untuk memelihara kebudayaan bisa dilakukan dengan menggelar   festival budaya. Untuk infrastrukturnya dibuat padepokan seni dan budaya.  "Saya akan bantu fasilitasi dan buat festival itu  menjad daya tarik wisatawan dan i terkenal," kata  walikota terbaik 2017 versi Kemendagri ini. 
 
Kang Emil pun siap merenovasi situs sejarah  di Karawang seperti Tugu Proklamasi di Rengasdengklok.  "Saya sebagai pecinta sejarah, tanpa diminta pun Insha Alllah akan membawa perubahan (untuk tugu Proklamasi). Lima tahun jadi walikota, saya satu-satunya yang merenovasi penjara Bung Karno di Banceuy. Sekarang tempat itu menjadi sangat istimewa," tuturnya.
 
Menurut dia, kehadiran fasilitas seni, budaya, dan situs sejarah merupakan hal penting untuk menegaskan identitas Karawang.  "Warga Karawang tidak boleh kehilangan identitasnya di mata dunia," ujarnya.
 
Menjawab masalah pendidikan budaya, Kang Emil akan membangunnya  melalui berbagai gerakan budaya  di masyarakat. Contohnya, di Bandung, ia bangun  gerakan Rebo Nyunda, dimana pada hari itu, naka sekolah dan pegawai wajib mengenakan pakaian daerah dan yang prianya mengenakan iket dab pakaian pangsi, pakaian khas masyarakat Sunda. 
 
"Budaya adalah soal cara pandang. Pendidikan budaya bisa juga dibuat gerakan. Ketika pemimpinnya mengajak gerakan budaya, dan itu dianggap baik, maka semua lapisan masyarakat akab mendukungnya," ucap Kang Emil. 
 
Kang Emil juga akan memgajak  hotel-hotel di Jawa Barat untuk  memfasilitasi para seniman pentas di hotel. "Saya bisa buat kebijakan agat hotel di Jabar wajib memberikan ruang bagi seniman supaya seniman punya income," kata Kang Emil.


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats