Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 12 Mei 2018 09:13 WIB

Pengelola Apartemen Bogor Valley Dituding Tak Transparan, RUTA Diwarnai Walk Out

Bogor, HanTer - Pihak pengelola Apartemen Bogor Valley bersitegang dengan sejumlah penghuni dalam rapat umum tahunan anggota (RUTA). Ketegangan itu diduga dipicu karena tidak adanya transparasi pengelolaan dari pihak manajemen apartemen tersebut.

Para penghuni mendesak Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) selaku pengurus aprtemen untuk menyampaikan sikap trasparansi guna menghindari potensi atau kemungkinan penyalahgunaan, diantaranya beban ganda atas pengutan biaya selama ini.

“Kami tak keberatan dengan beban biaya yang ada selama ini. Namun pengelola juga harus transparan dengan pengelolaan keuangan,” ujar Ria, salah satu penghuni apartemen Bogor Valley, yang berlokasi di Jl. Raya Sholeh Iskandar Kelurahan Kedung Badak, Kec. Tanah Sereal Kota Bogor, saat memberikan keterangan persnya, Jumat (11/5/2018).

Namun sayangnya niat baik para penghuni apartemen rupanya disikapi keliru oleh para pengurus. Buntutnya, para penghuni menjadi kesal dan marah karena niat baiknya bukan hanya tidak ditanggapi secara proporsional, tapi terindikasi adanya ketidakjelasan status penghuni yang kemudian menguasai keberadaan apartemen.

Para penghuni juga mempertanyakan anggota PPPSRS yang tidak memiliki unit di apartemen tersebut akan tetapi masuk dalam jajaran kepengurusan. Apalagi hotel masuk kedalam apartemen. Sementara pembayaran IPAL dan segala macamnya para penghuni tidak tahu. Pihak pengelola juga tidak pernah memberikan laporan baik pertiga bulan maupun pertahun dan terkesan ditutup-tutupi.

Dia mengatakan, keputusannya untuk melakukan walk out saat RUTA, ia menilai pihak pengelola sudah mendesign agar warga penghuni apartemen tidak ada peluang untuk suara warga terwakili. “Hal ini jelas-jelas menunjukkan indikasi kuat adanya eksploitase tata-kelola. Hal ini pula yang harus dilawan,” ujarnya.

Sementara itu, Agus, salah satu penghuni apartemen lainnya mengatakan, menghadapi kecurigaan penghuni itu, di antara pihak pengurus berusaha mengulur waktu rapat saat dilakukan RUTA. Arahnya jelas agar tidak berlangsung RUTA. Sementara, hasil RUTA sungguh diperlukan. Agar tercatat transparansi itu, sehingga semua penghuni jelas konsekuensinya selama menghuni di apartemen itu.

Keinginan penghuni apartemen Bogor Valley tidak tersampaikan. Peserta RUTA tidak bisa menunggu rapat yang sempat diskors sekitar dua jam. Ketika rapat dibukan kembali, hampir semua penghuni apartemen itu telah berada di luar lokasi (meninggalkan arena). Sementara, yang masuk kembali ke ruangan diduga kuat adalah para “penghuni” apartemen yang notabene bukan penghuni.

Menurutnya, apapun permainan liciknya, justru akan membuat kondisi apartemen Bogor Valley akan terus memanas. Tidak akan pernah kondusif. Setiap saat akan terus terjadi gejolak sampai ada solusi yang transparan dan fair. Implikasi ke depannya jelaslah merugikan pihak apartemen.

“Jika posisinya sebagai penyewa, maka mereka tak akan betah tinggal di apartemen itu. Dan jika ia sebagai pemilik, ia pun akan terpikir bagaimana melepaskan unitnya. Semuanya hanya menunggu waktu. Pada saatnya, apartemen Bogor Valley akan sepi. Inilah implikasi dari ketidaktransparanan tata-kelola apartemen,” katanya.

Seperti diketahui, Rapat Umum Tahunan Anggota (RUTA) P3SRS Apartemen Bogor Valley pada hari Jumat (11/5/2018) di Marcopolo Waterpark Bukit Cimanggu City, disinyalir adanya permainan pengelola dan terkesan menipu penghuni rusun/apartemen. Apartemen Bogor Valley, berpenghuni resmi lebih dari 170 orang itu selama ini diperlakukan ketentuan yang tidak transparan.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats