Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 26 April 2018 21:41 WIB

Pemkab Karawang Tolak Amdal Pengembangan Wisata

 
Karawang, HanTer - Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menolak hasil kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pengembangan wisata di kawasan karst wilayah Karawang Selatan.
 
Penolakan kajian Amdal untuk pembangunan objek wisata di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan setempat Wawan Setiawan saat rapat pengajuan dokumen Amdal oleh PT Indorenus Mega Persada, di salah satu hotel sekitar Karawang Barat, Kamis (26/4/2018).
 
Dalam rapat tersebut, konsultan dokumen Amdal PT Indorenus Mega Persada mengajukan izin pengembangan wisata di atas lahan seluas sekitar 25 hektare. Lahan yang diajukan itu merupakan kawasan karst wilayah di Karawang selatan Di kawasan wisata itu, mereka berencana membuat kawasan wisata buatan yang terdiri atas kolam renang, lapang golf, area motor cross, dan home stay.
 
Pengembangan objek wisata itu dikerjakan selama selama lima tahun.
 
Konsep wisata buatan yang ditawar pihak perusahaan dalam rapat itu ditentang sejumlah aktivis lingkungan serta tim komisi Amdal Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang.
 
"Pihak perusahaan mengajukan izin di bidang pariwisata. Tapi perusahaan yang mengajukan di bidang pariwisata itu sebenarnya bergerak di bidang kimia, tentu itu ganji," kata Nace Permana, seorang penggiat lingkungan di Karawang.
 
Ia juga menilai dalam kajian pihak konsultan perusahaan, itu tidak sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan. Lahan yang diajukan justru membahayakan kawasan karst.
 
"Kami sebenarnya mendukung pengembangan objek wisata di sana. Tapi, konsepnya bukan merusak karst. Seharusnya mereka melakukan pengajuan pengembangan objek wisata yang mendukung konservasi, seperti geopark," kata dia.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang Wawan Setiawan mengakui kalau pihaknya menolak pengajuan Amdal yang diajukan pihak perusahaan.
 
Jika perusahaan ingin mengajukan kembali dokumen Amdal, maka pihak perusahaan harus membuat konsep pariwisata yang baru dengan dokumen data yang jelas.
 
"Konsepnya harus jelas. Mereka harus melakukan kajian yang tidak merubah atau merusak kawasan karst," kata dia.


(zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats