Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 26 April 2018 21:37 WIB

Terdakwa TPPO Qatar Dituntut 4 Tahun Bui

 
Mataram, HanTer - Dua terdakwa tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Qatar, yang berperan sebagai perekrut korban dituntut pidana penjara selama empat tahun.
 
Tim jaksa penuntut umum (JPU) yang diwakilkan jaksa Ginung Pratidina di Mataram, Kamis (26/4/2018) mengatakan, tuntutan empat tahun penjara diberikan kepada kedua terdakwa dengan tambahan pidana denda sebanyak Rp120 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
"Tuntutan empat tahun diberikan karena kedua terdakwa telah membantu atau melakukan percobaan perdagangan orang ke luar negeri dengan cara apapun hingga mengakibatkan korban yang masih dibawah umur tereksploitasi," kata Ginung Pratidina.
 
Tuntutan itu sesuai dengan isi dakwaannya yang menyatakan bahwa kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 10 Juncto Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
 
Dua terdakwa yang dijerat dengan pidana perdagangan orang tersebut adalah Hulpa dan Ijtihad. Keduanya terindikasi sebagai perekrut dua korban asal Kabupaten Lombok Utara yang diberangkatkan ke luar negeri pada tahun 2014 dengan dokumen pribadi palsu.
 
Bahkan, salah seorang korban, Yuliani, adik dari korban pertama, Sri Rabitah, pada saat pemberangkatannya masih dalam kategori usia anak.
 
Karena itu, salah seorang terdakwa, Hulpa, turut dibebankan untuk membayar restitusi atau ganti kerugian kepada korban Yuliani sebesar Rp36.485.375. Jika terdakwa Hulpa tidak dapat membayarnya hingga batas waktu yang telah ditentukan, maka wajib menggantinya dengan pidana kurungan selama tiga bulan.
 
Nominal restitusi yamg dibebankan kepada terdakwa Hulpa, didapatkan JPU dari hasil perhitungan tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang dikeluarkan pada 28 April 2018.
 
"Dana restitusi itu hanya dibebankan kepada terdakwa Hulpa karena dari LPSK berpendapat bahwa orang yang pertama kali merekrut dua korban adalah Hulpa," ujar Ginung.
 
Tuntutan kepada kedua terdakwa, telah disampaikan JPU dalam sidangnya yang digelar Rabu (25/4/2018), di Pengadilan Negeri Mataram, dengan pimpinan Majelis Hakim Suradi.
 
Lebih lanjut, sidang akan kembali digelar dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari terdakwa yang secara resmi akan disampaikan penasihat hukumnya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Mataram, pada pekan depan, 2 Mei 2018.


(zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats