Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 15 April 2018 20:02 WIB

Aher: MTQ Bukan Hanya Ajang Kompetisi

Bandung, HanTer - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk memilih yang terbaik namun menjadi sarana bagi umat Islam agar lebih memuliakan, mengagungkan, dan membumikan Al Quran di bumi Jawa Barat.
 
"Ada banyak kewajiban yang harus kita lakukan untuk menghadirkan Al Quran dalam kehidupan nyata," kata Gubernur yang akrab disapa Aher, Ahad (15/4/2018).
 
Gubernur Aher membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXV Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 di Alun-Alun Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. "Mari kita hadirkan sejumlah kewajiban kita terhadap Al Quran ini," ujar Aher.
 
Dia mengatakan kewajiban pertama, dan yang utama adalah umat Islam mengimani seluruh Ayat Al Quran yang turun kepada Nabi Muhammad SAW.
 
"Pilihan kita di hadapan Al Quran hanya dua, beriman atau tidak beriman. Kita harus mengimani seluruhnya, tidak bisa kita meninggalkan satu ayat pun dari Al Quran untuk kita ragukan dan tidak kita yakini," ujar Aher.
 
"Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Barat, mari kita imani Al Quran seluruhnya, sepenuhnya, yakin seyakin-yakinnya bahwa Al Quran adalah benar dari Allah SWT," lanjutnya.
 
Kewajiban kedua, lanjutnya, terhadap Al Quran kita harus membaca, men-tadzaburi dan melaksanakannya dengan baik dan membaca Al Quran adalah ibadah kita kepada Allah SWT.
 
Dia mengatakan tidak ada bacaan yang hanya dengan membacanya saja mengandung ibadah dan pahala kepada Allah, kecuali membaca Al Quran.
 
"Kewajiban kita terhadap Al Quran yang lain adalah, mari kita laksanakan Al Quran dengan baik dalam kehidupan kita, dan kita yakini dengan baik," ujar Aher.
 
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Provinsi Jawa Barat Kementerian Agama, A Buchori mengatakan, bahwa Al Quran adalah sumber utama ajaran Islam sesungguhnya, yaitu ajaran Rahmatan Lil alamin.
 
"Secara substantif kegiatan ini (MTQ) semakin memperkuat keyakinan kita bahwa Al Quran adalah sumber utama untuk merujuk ajaran Islam sesungguhnya. Sebagai ajaran yang rahmatan lil alamin, untuk menuju peradaban Indonesia yang wasatiyah," ujar dia.
 
Buchori menilai MTQ menjadi syiar dalam mengaktualisasikan ajaran dan nilai yang terkandung dalam Al Quran dan secara kultural MTQ juga menjadi ajang silaturahim antara ulama, santri, dan masyarakat.
 
"Oleh karena itu, peran dan kebijakan Pemerintah Daerah, khususnya Pemerintah Daerah dalam membangun dan mengelola, juga mengembangkannya melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menjadi strategis dalam upaya membangun, menjaga keberagaman di masyarakat," ujar Buchori.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats