Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 15 April 2018 06:29 WIB

Manuver SYL ke Nasdem Diduga Guna Pertahankan Dinasti Politik

Makassar, HanTer - Partai Nasdem secara resmi telah mendukung pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dalam ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun, berhembus kabar adanya manuver yang dilakukan Syarul Yasin Limpo (SYL) di tubuh Nasdem Sulsel

Beberapa kalangan menilai, manuver tersebut guna menggembosi dukungan terhadap Nurdin Halid. Serta, memberikan jalan kepada adiknya, Ichsan Yasin Limpo (IYL) agar mulus menjadi Gubernur Sulsel.

Juru bicara Nurdin Halid (NH) Helmiati Majid mengatakan bahwa, benar atau tidaknya manuver yang dilakukan SYL di Nasdem tidak membuat kubu NH dan Partai Golkar khawatir. Selama ini, Golkar maupun tim NH selalu solid di ajang Pilgub Sulsel.

"Jadi, isu itu tidak berpengaruh buat kita (tim NH). Bahkan, kita semakin solid menghadi Pilgus Sulsel ini," ujar Helmiati di Makassar, Sabtu (14/4/2018) kemarin.

Helmiati mengatakan, pihaknya sama sekali tak khawatir karena sejak awal Partai Nasdem telah memberikan dukungannya kepada pasangan NH-Aziz. Jadi, lanjut dia, apabila ada langkah-langkah yang diambil SYL yang tidak sesuai dengan instruksi Nasdem, bisa jadi itu yang dikhawatirkan Nasdem.

"Dari pihak Golkar tidak ada kekhawatiran sama sekali. Yang perlu dikhawatirkan itu malah dari pihak Nasdem," kata Helmiati.

Seperti diketahui, lanjut Helmiati, selama 10 tahun YSL memimpin Sulsel, pendukung utamanya adalah Partai Golkar. Sehingga tidak bisa dipungkiri, Partai Golkar juga memiliki peranan penting dalam kepemimpinan SYL di Sulsel.

"Saat ini, terkait Pilgub Sulsel, kita akan melihat sejauh mana konsistensinya Nasdem dalam memberikan dukungan kepada Bapak Nurdin Halid. Dan kami di tim NH percaya penuh kepada Nasdem akan tetap memberikan dukungan kepada NH-Aziz hingga selesainya Pilgub Sulsel, sesuai kesepakatan bersama," ulas Helmiati.

Helmiati menegaskan, di partai koalisi pendukung NH-Aziz, saling percaya dan komitmen terus ditanamkan agar tingkat kesolidan tetap terjaga.

"Meskipun di politik, terpaaan isu dan lainnya pasti datang untuk menguji," ucap Helmiati.

Sebelumnya, Pengamat Komunikasi UIN Alaudin Makassar Firdaus Muhammad, mengatakan, banyak kalangan aktivis pro demokrasi maupun pegiat anti korupsi, bahkan ketua KPK Agus Raharjo mengimbau untuk tidak memilih figur dengan latar politik dinasti karena merupakan sumber korupsi.

"Sebagaimana diketahui, adik SYL juga pernah tersandung kasus makelar listrik. Keponakan SYL, Bupati Gowa, bahkan mengangkat dirinya sebagai Raja Gowa. Itu adalah di antara bukti akibat dinasti politik," ungkap Firdaus, di Makassar, Rabu (11/4/2018) lalu. 


(Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats