Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 11 April 2018 15:03 WIB

Eks Sekda Purwakarta Diminta Klarifikasi Tuduhan

Purwakarta, HanTer - Sekretaris Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Noerman Nugraha membantah adanya korupsi dalam proyek pembangunan Masjid Raya milik Pemkab Purwakarta. Masjid yang terletak di Cikopo tersebut saat ini kondisi pembangunannya telah mencapai 75 persen dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2019 mendatang.

Noerman menuturkan, pembangunan Masjid Raya Cikopo yang digagas Bupati Purwakarta (nonaktif) Dedi Mulyadi itu dianggarkan Rp 38 miliar tahun anggaran 2017. Anggaran tersebut juga sudah sesuai dengan prosedur kontrak. Bahkan pelaksanaan lelang dalam proyek tersebut dilakukan secara terbuka dengan sistem online. Sehingga siapapun kontraktornya bisa mengikuti tender. Namun para kontraktor akan diseleksi untuk bisa membangun proyek masjid tersebut.

“Informasi dari Cipta Karya yang menangani secara teknis dinas pemukiman dan tata ruang, bahwa kondisi bangunan sekarang sudah dilaksanakan seratus persen sesuai dengan kontrak,” ujar Norman Saat ditemui di Kantor Pemkab Purwakarta, Senin (9/4/2018) kemarin.

Hanya saja, kata Norman, pembayarannya belum dilaksanakan 100 persen. Ia mengaku masih ada Rp 7,5 miliar yang belum terbayarkan ke kontraktor. Sisa pembayaran akan bayarkan jika semua proses pembangunan telah selesai 100 persen. Adanya tuduhan korupsi maka kontraktor pun siap diaudit oleh lembaga terkait.

“Proses pembangunan saat ini tentu sesuai dengan dokumen kontrak yang ada. Secara teknis pun pihak Cipta Karya mengaku siap diaudit berkaitan dengan pembangunan masjid di Cikopo. Yang jelas dalam waktu dekat ini sisa dari pembayaran senilai Rp7,5 miliar akan segera kami proses sesuai dengan ajuan dari pihak Cipta Karya itu sendiri,” ucap Norman.

Terpisah Iyus Permana dari Inspektorat Pemkab Purwakarta juga mengaku tidak ada masalah terkait pembangunan Masjid Raya Cikopo. Iyus pun meminta agar Padil Karsoma mantan Pemkab Purwakarta untuk secara gentleman mengklarifikasi adanya dugaan korupsi dalam pembangunan Masjid Raya. Padil harus menjelaskan kepada publik agar informasi yang disampaikannya tidak menjadi bola liar.

"Karena kami dirugikan dengan berita itu. Seolah-olah Inspektorat tidak ada kerjanya," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) Munawar Cholil melaporkan adanya dugaan korupsi pembangunan Islamic Center dan dana CSR di Purwakarta. Proyek tersebut dilakukan di era kepemimpinan Dedi Mulyadi. Lucunya, tuduhan itu muncul di tahun politik, dimana Dedi Mulyadi tengah berjuang dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 dan Kabupaten Purwakarta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada).


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats