Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 28 Maret 2018 11:52 WIB

Para Kiai di Ciamis Ingatkan Rindu Tetap Jaga Konten Kampanye Positif

Ciamis, HanTer  – Sejumlah kiai di Ciamis mengapresiasi  gaya kampanye paslon nomor satu Rindu (Ridwan Kamil- Uu Ruzhanul Ulum) yang selalu menawarkan ide dan gagasan serta program yang inovatif kepada masyarakat. Namun mereka juga mengingatkan agar Rindu  terus menjaga konten kampanyenya tetap positif, kaya dengan ide dan gagasan yang inovatif agar suasana Pilkada 2018 tetap kondusif. 
 
Sekretaris Panitia Isra Miraj Kabupaten Ciamis, KH. Cep Romli menyampaikan hal tersebut usai acara tabliq akbar merayakan Isra Mi’raj di Islamic Center, Kabupaten Ciamis, Rabu, 28 Maret 2018.  Tabliq akbar itu diikuti oleh 6000 kyai dan para santri dari 800 pesantren di Kabupaten Ciamis.
 
“Kami yakin Rindu selalu istiqomah dengan konten-konten kampanye positif, menawarkan ide, gagasan, dan program terbaiknya. Masyarakat juga terbuka dengan gagasan dan program Rindu yang inovatif. Kalau ini terus dilakukan, Isnya Allah Rindu juara,” kata Kyai Cep Romli.  
 
Tak hanya itu, kata dia  para kyai juga mengingatkan  agar Rindu terus menjaga tali silahturahmi dengan para kyai dan Lembaga pesantren. Tidak datang dan bersilahturahmi pada saat membutuhkan dukungan saja, setelah berhasil menjadi pemimpin Jabar, mereka lupa.
 
“Di sini, kami para kyai selalu menjaga kondusifitas santri dan warga agar selalu rukun dan damai, cermat memilih calon pemimpinnya dan jangan mudah terpancing isu yang tidak benar. Lakukan tabayyun atau klarifikasi jika mendengar isu yang tidak jelas,” ujar Cep Romli. 
 
Menanggapi hal itu, Kandidat wakil gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum berterima kasih telah diberi nasihat oleh para kyai di acara tersebut. Dia tak menampik  bahwa memang banyak kyai yang jera didatangi oleh paslon yang hanya datang untuk meminta dukungan.  
 
“Saya dengar sendiri kyai bilang, jangan datang hanya disaat ingin dipilih, setelah dipilih tidak perhatikan para kyai, santri dan Lembaga Pendidikan keagaam. Para kyai jera, didatangi hanya saat kepentingan politik, setelah jadi, jangankan datang, komunikasi pun tidak,” kata Kang Uu sapaan akrabnya menirukan ucapan salah seorang kyai. 
 
Menurut Kang Uu, ada dua prinsip dalam berpolitik baginya, pertama, Jangan menjelek-jelekan orang lain, kedua jangan memutuskan tali silahturahmi. Pengalamannya sebagai Bupati Tasikmalaya dua periode, karena dia terus menjaga tali silahturahmi. Pada pemilihan bupati periode pertama, tingkat partisipasi pemilih hanya  34 persen, tapi pada periode kedua, tingkat partisipasi pemilih mendekati  70 persen. 
 
“Kenapa itu terjadi? karena saya terus melakukan silahturahmi, mendekati warga dengan komunikasi. Dalam konteks Pilkada, hubungan saya denga para kyai dan santri, tidak selesai hanya setelah pemilihan gubernur, tapi ini adalah hubungan silahturahmi yang terus akan berkelanjutan,” tukas Bupati Tasikmalaya yang terkenal dengan konsep gerbang desa ini.  
 
Kang Uu meneguhkan, jika takdirnya Rindu terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar, maka dia akan  berjuang memperhatikan kesejahteraan kyai, pesantren dan para santri, melalui Perda Pesantren yang sudah lebih dulu diperkenalkan oleh Ridwan Kamil, calon Gubernur pasangannya. 
 
Melalui Perda pesantren itulah, menurut Kang Uu, Lembaga pesantren akan mendapatkan alokasi anggaran APBD untuk membangun Pendidikan pesantren menjadi lebih baik dan modern. Sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan guru ngaji, memberikan anggaran Pendidikan yang memadai bagi para santri, dan menambah kegiatan wirausaha di pesantren untuk menumbuhkan kemandirian sebagai pesantren modern. 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats