Di Publish Pada Tanggal : Senin, 19 Maret 2018 07:07 WIB

Kang Uu: Pasar Tradisonal Harus Genah, Merenah, Tumaninah

 
 
Cirebon, HanTer - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memanfaatkan waktu akhir pekan menyapa pedagang tradisional. Kali ini yang didatangi adalah para pedagang di Pasar Sumber, Kabupaten Cirebon.
 
Kang Uu, sapaan akrab Uu Ruzhanul Ulum, mengaku sengaja berkunjung ke pasar tradisional untuk melihat kondisi. Berdialog dengan pedagang. Sekaligus memantau perkembangan harga-harga kebutuhan pokok. Tidak ketinggalan adalah memperkenalkan diri sebagai kandidat wakil gubernur Jabar pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum).
 
’’Kami perkenalkan diri ke masyarakat. Bicara apa adanya. Beri solusi apa yang kira-kira mampu setelah melihat masalah di pasar tradisional,’’ ujar dia Minggu (18/3/2018).
 
Menurut Kang Uu, pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat zaman now adalah pemimpin yang mencintai rakyat. Bukan selalu memberi janji di masa kampanye, karena mereka sudah muak. Perhatikan masyarakat bawah. Jangan terlalu berpihak kepada masyarakat kalangan atas. Apalagi, memperhatikan sesuatu semata akibat kedekatan. 
 
''Katanya (rakyat) ingin Pak Uu jangan mengumbar janji yang tidak terbukti. Rakyat kecil butuh bantuan pemerintah saja,’’ tegas cawagub nomor urut 1 ini.
 
Setelah mendatangi Pasar Sumber, Kang Uu bertekad akan terus membangun dan memperbaiki pasar tradisional yang ada di Jawa Barat jika terpilih menjadi wakil gubernur nanti. Minimal perputaran uang di pasar bisa lima kali transaksi. Konisi pasar menjadi genah (layak), merenah (nyaman), tumanninah (tenang), someah (ramah), dan murah. Jangan becek atau bau.
 
Selain soal pasar, setelah melihat kondisi desa di Kabupaten Cirebon, Kang Uu menyampaikan program Gerbang Desa atau Gerakan Membangun Desa. Berbekal keberhasilan pengelolaan desa dan badan usaha milik desa (Bumdes) di Kabupaten Tasikmalaya selama dua periode bupati. Sudah terbukti meningkatkan ekonomi dan taraf hidup masyarakat.
 
’’Saya ini adalah politisi yang memiliki basis ekonomi kerakyatan maka saya dengan Kang Emil (Calon Gubernur Ridwan Kamil) akan membangkitkan ekonomi kerakyatan Gerbang Desa,’’ jelas dia. 
 
Salah satu bukti itu, kata Kang Uu, adalah Kabupaten Tasikmalaya berhasil menahan laju inflasi daerah. Caranya, mendekatkan jarak antara warga miskin di desa dan yang kaya. Sehingga, perbedaan tidak terlalu jauh. Kondisi ekonomi miskin membaik. Ekonomi menengah ke atas membantu yang lemah. Jadi uang beredar, daya beli meningkat.
 
Kemudian, masuk dalam konsep Gerbang Desa adalah proteksi ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah. Pemerintah perlu melakukan ini untuk melindungi para pelaku usaha di bawah yang belum siap bersaing. Dengan memberi pendidikan, permodalan, dan pemsaran. Meski tidak selamanya. Ketika dirasa siap, maka pelaku usaha itu harus berani bersaing.
 
’’Jagan salah, para pemodal besar itu sudah datang sampai desa. Ini perlu disikapi serius,’’ terang dia.
 
Sebagai contoh proteksi, tambah Kang Uu, adalah bantuan traktor, pupuk dan perahu tidak lagi diberikan kepada kelompok. Melainkan langsung kepada buruh tani dan nelayan agar manfaatnya lebih terasa. 
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats