Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 15 Maret 2018 06:42 WIB

Hasil Survei Terbaru Akan Dijadikan Bahan Evaluasi Bagi Tim RINDU

 
 
Bandung, HanTer  – Menilik  hasil survei dari Litbang Kompas, Tim Pemenangan RINDU atau  Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul  harus melakukan evaluasi dan mengambil angkah-langkah  strategis untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 dalam Pilkada Jabar 2018.  Demikian ditegaskan Ketua Tim Pemenangan RINDU Saan Mustopa di Bandung, Rabu, 14 Maret 2018.
 
Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis hari ini menyebutkan elektabilitas  pasangan Rindu  sebesar  39,9 persen. Sementara elektabilitas pesaingnya,  Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebesar  42,8 persen suara. Disusul pasangan  Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meraih 7,8 persen dan pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) menggaet 3,1 persen. Adapun 6,4 persen responden tidak menjawab atau rahasia.
 
Menurut Saan, hasil  survei  itu harus dijadikan peyemangat bagi tim RINDU untuk bekerja lebih keras lagi dan meningkatkan soliditas. Mesin partai pengusung RINDU juga harus bekerja lebih maksimal. “Sebab partai punya struktur sampai di tingkat bawah,” ujar Saan.
 
Kalau melihat hari ini,  lanjut Saan, kekuatan RINDU ada di  perkotaan dan kaum milenial yang sudah digarap oleh Kang Emil. Tapi, pasangan RINDU belum berhasil menguasai pemilih tradisional di pedesaan. Untuk itu, tantangannya adalah  bagaimana  RINDU  mampu  menguasai pemilih tradisional di pedesaan. “Peran Kang Uu harus dimaksimalkan untuk meraih dukungan pemilih di pedesaan,” ujarnya.  
 
Saan juga merekomendasikan  ke depan, model kampanye RINDU harus lebih masif, terstruktur dan mendekatkan paslon ke pemilih. “Misalnya struktur partai dan konstituen diajak ngobrol dan menginap di rumah tokoh atau warga. Dampaknya pasti rame ketika tahu ada Kang Emil nginap di rumah warga  di desa itu,” ujar dia. 
 
Senada dengan Saan,  Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Firman Manan menambahkan,  tim RINDU harus dapat memanfaatkan sisa kampanye 3 bulan ini untuk menggenjot mesin partai dan relawan untuk bekerja lebih keras lagi.  
 
“Rekomendasinya adalah maksimalkan ektabilitas Kang Uu di pemilih tradisional di pedesaan.  Kedua maksimalkan penggarapan pemilih di  Pantura dan daerah-daerah tak bertuan seperti  megapolitan  (Bogor Depok, Bekasi kota dan Kabupaten) karena di sana pertarungannya sangat ketat,” kata Firman. 
 
Firman juga merekomendasikan agar mesin partai pengusung  bekerja berdasarkan kekuatan konstituennya.  PKB misalnya harus bekerja maksimal menggaet pemilih di wilayah Pantura. PPP di priangan timur dan barat, sedangkan Nasdem dan Hanura di wilayah  Bandung Raya. 
 
Menanggapi hasil survei tersebut, Kang Emil menyatakan, RINDU dan timnya  akan menjadikan hasil survei itu sebagai pengingat untuk terus berkonsolidasi,  dengan  partai koalisi pengusung dan  relawan. 
 
Diakui Kang Emil, sejak  pra penetapan hingga  sekarang, dia belum melakukan sosialisasi di Bandung, tapi lebih banyak blusukan ke daerah.  “ Pergerakan RINDU tidak hanya di Bandung Raya, karena kami harus bergerak ke semua lini daerah di Jabar untuk sosialisasikan program-progam RINDU,” ujar dia. 
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats