Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 14 Maret 2018 16:27 WIB

Buya Maarif Prihatin soal Teror Pembakaran Musala

Bantul, HanTer -- Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan kejadian pembakaran gazebo dan karpet musaladi wilayah Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, susah difahami.
 
"Ini menurut saya kok aneh, susah difahami, ini apa?," kata Buya Syafii seusai mengunjungi dan melihat gazebo yang terbakar di komplek Musala Fatturahman Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Bantul, Rabu (14/3/2018).
 
Di wilayah Desa Jambidan, Banguntapan Bantul dilaporkan telah terjadi pembakaran karpet Musala Fatturahman dan gazebo di halaman TPA (Taman Pendidikan Alquran) Faturrahman yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal pada Minggu (11/3) malam.
 
Menurut Buya, upaya pembakaran karpet di rumah ibadah dan gazebo tersebut di luar dugaan dan di luar nalar, sebab di komplek kejadian tersebut merupakan tempat anak-anak belajar Alquran yang tidak tahu apa-apa.
 
"Ini kan ada anak-anak di sini, tidak ada politik, ini mungkin mengacau atau iseng, tetapi kalau iseng memang keterlaluan, kok yang dibakar itu gazebo," kata Buya dikutip Antara.
 
Oleh karena itu, lanjut Buya Maarif, kepolisian setempat harus bisa mengusut tuntas pelaku pembakaran karpet dan gazebo musala di Banguntapan ini, mengingat kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Banguntapan.
 
"Sebulan lalu juga terjadi di gereja (wilayah Kabupaten Sleman), kita tidak tahu ini jaringan mana, kita berharap polisi bisa bergerak cepat dan mengungkap kasus ini serta menangkap pelaku kejadian," katanya.
 
Bahkan, kata dia, pelaku pembakaran musala tersebut jangan sampai terbunuh, namun ditangkap hidup-hidup agar aparat kepolisian bisa menginterogasi lebih lanjut apakah ada jaringan, atau keterkaitan dengan kasus-kasus sebelumnya.
 
"Pelaku agar ditangkap jangan disakiti atau dibunuh, agar bisa diinterogasi untuk diusut sampai ke akar-akarnya, apakah ini pemain tunggal seperti yang di Gereja Lidwina Sleman atau tidak kita tidak tahu," kata Buya.
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats