Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 13 Maret 2018 18:39 WIB

Pembangunan Boven Digoel Kedepankan Prinsip Kelola Sosial, Lingkungan dan Ekonomi

 
 
Jakarta, HanTer - Upaya pengelolaan bentang alam berkelanjutan di Kabupaten Boven Digoel, Papua makin gencar dilakukan. Salah satunya dengan mengedepankan prinsip kelola sosial, kelola lingkungan dan kelola ekonomi yang berjiwa Boven Digoel.
 
Wakil Bupati Boven Digoel, Chairul Anwar mengatakan, pemerintah menggandeng pihak swasta, masyarakat dan LSM untuk membahas Penerapan Perencanaan dan Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan pada PT. Tunas Sawa Erma pada 28 Februari - 1 Maret 2018. 
 
Semua pihak, katanya, sepakat bahwa mewujudkan pengelolaan bentang alam berkelanjutan di Kabupaten Boven Digoel, Papua harus mengedepankan prinsip kelola sosial, lingkungan dan ekonomi. Artinya, pendekatan pengelolaan bentang alam berkelanjutan menjadi prasyarat pembangunan di Kabupaten Boven Digoel.
 
''Prinsip kehati-hatian perlu menjadi perhatian seluruh pihak terutama pihak investor, masyarakat, dan pemerintah agar nilai-nilai penting yang ada di masyarakat dapat terjaga, keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup diperhatikan, sehingga ekonomi masyarakat sekitar dapat meningkat," ujar Chairul mewakili Bupati Boven Digoel, Benediktus Tambonop. 
 
Dijelaskan, kelola sosial, kelola lingkungan, kelola ekonomi adalah prinsip utama pembangunan berkelanjutan yang sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati, jasa lingkungan, sosial budaya masyarakat dan perubahan iklim. ''Prasyarat ini untuk memberikan manfaat bagi generasi saat ini dan generasi masa depan,'' katanya.
 
Kabupaten Boven Digoel, menurutnya, membutuh pembangunan. Namun pembangunan yang berlandaskan kepada business us usual (BAU), kebiasan-kebiasaan lama harus berubah menjadi pembangunan yang berkelanjutan.  
 
''Kondisi alam Boven Digoel yang masih lebih dari 80 persen berupa hamparan berkelanjutan bentang alam berhutan, sungai, rawa, gunung  dan ditinggali  masyarakat tradisonal  yang masih sangat tergantung pada bentang alam tersebut menyebabkan pelaksanaan pembangunan harus menerapkan prinsip kehati-hatian,'' ungkapnya.
 
PT Tunas Sawa Erma (Korindo Group) sebagai salah satu  investor perkebunan kelapa sawit di Boven Digoel telah berkomitmen untuk menerapkan Perencanaan dan Pengelolaan Bentang Alam Berkelanjutan. Dalam menerapkan perencanaan dan pengelolaan bentang alam ini harus semua para-pihak (pemerintah, masyarakat, LSM) melibatkan diri, menghormati keputusan, pendapat dan kesepakatan, terbuka, memberi dan menerima informasi. Semua berkomitmen fokus pada bentang alam (bukan hanya areal konsesi) sebagai daya dukung lingkungan dan sosial dan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan bentang alam tersebut.
 
USAID melalui Program LESTARI berkomitmen mengajak banyak para pihak untuk berpikir bersama dalam merencanakan pengelolaan bentang alam berkelanjutan khususnya  di Kabupaten Boven Digoel dan secara umum di Propinsi Papua. 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats