Di Publish Pada Tanggal : Senin, 12 Maret 2018 05:45 WIB

Dugaan Polisi Peras Warga Diperiksa

Pekanbaru, HanTer - Kepolisian Daerah Riau memroses tiga oknum jajarannya atas dugaan memeras warga yang ditangkap dalam kasus penyalahgunaan narkoba dengan memintai uang mencapai Rp200 juta.
 
Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Nandang dikonfirmasi di Pekanbaru membenarkan tiga anggotanya tersebut melakukan pemerasan dan ketiganya saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Iya, kalau sudah ditangkap, sudah ada barang bukti pasti jadi tersangka," kata Kapolda, Sabtu (10/3/2018).
 
Ia menuturkan, saat ini ketiga oknum polisi masing-masing berinisia Brigadi H (33), Brigadir RE (33) dan Bripda JFS (24) telah ditahan di Polres Rokan Hulu.
 
Secara tegas, Kapolda mengatakan bahwa ketiganya dijerat dengan pidana umum atas tindakan menyalahgunakan wewenang serta dugaan pemerasan kepada sejumlah warga di Kabupaten Rokan Hulu.
 
"Kita proses pidana umumnya, penyalahgunaan wewenang dan pemerasan," ujarnya.
 
Kasus yang menyeret tiga oknum penegak hukum tersebut berawal saat tiga polisi yang merupakan anggota Ditresnarkoba Polda Riau melakukan penggerebekan kepada terduga penyalahguna narkoba di Desa Batang Kumu, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu.
 
Penangkapan tersebut dilakukan pada pertengahan Februari 2018. Ketiganya saat itu menyasar seorang warga berinisial AH alias Alam, laki-laki terduga penyalahguna narkoba berusia 41 tahun.
 
Saat operasi penggerebekan berlansung, ketiga oknum polisi tersebut diduga kuat melakukan tindakan yang tidak sepantasnya. Diantaranya memborgol sejumlah saksi, menodongkan senjata hingga menembak kaki Alam hingga yang bersangkutan pingsan.
 
Alam yang ditembak pada bagian kaki hingga pingsan sempat dirawat di Rumah Sakit Awal Bross Rokan Hulu. Saat di rumah sakit tersebut, diduga unsur penyalahgunaan wewenang dan pemerasan dilakukan ketiganya.
 
Ketiga oknum polisi meminta uang kepada keluarga korban, termasuk ibu korban yang saat itu turut ke rumah sakit. Berdasarkan informasi kepolisian, keluarga korban sanggup membayar uang sebesar Rp200 juta, dari nilai awal yang diminta sebesar Rp250 juta.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats