Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 11 Maret 2018 17:02 WIB

Survei SDI Sebut Jokowi Masih Terkuat di Sulsel

Jakarta, HanTer - Sinergi Data Indonesia (SDI) melakukan riset di daerah yang selama ini menjadi bukti sejarah betapa kuatnya partai Golkar yaitu Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selama ini Sulsel adalah provinsi yang menjadi kantong suara Golkar. Hasil survei SDI disajikan dalam konferensi pers, mengambil tema “Peta Kekuatan Capres di kantong Golkar: Potret Pilkada Sulsel.

Direktur SDI, Barkah Pattimahu mengatakan, survei dilakukan SDI di 24 Kabupaten/kota sejak tanggal 14 hingga 20 Februari 2018 menghasilkan sejumlah temuan. Pertama, Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto masih mendominasi suara hasil polling.

Jokowi sebagai Capres 2019 didukung oleh pemilih Sulsel sebesar 53.80%, disusul Prabowo Subianto 20.10%, sementara calon lain yang ikut meramaikan bursa masih dibawah 3%.

"Meski tertinggi, dukungan kepada Joko Widodo di Sulsel masih dibawah perolehan suara pada Pilpres 2014 yang mencapai 71.41%. Sementara dukungan Prabowo Subianto juga masih dibawah raihan suara pada Pilpres yakni sebesar 28.59%," kata Barkah Pattimahu di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Barkah menuturkan, temuan kedua SISI yakni Pilkada Sulsel menghadirkan 3 pasangan calon yang bersaing ketat yakni Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar meraih dukungan suara 27.50%.

Disusul Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar dengan elektabilitas mencapai 24.80%, posisi ketiga Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 21.20% dan Agus Arifin Nu`mang-Tanri Bali Lamo 8.9% serta suara yang masih belum memutuskan 17.60%.

Berdasarkan survey yang pernah dilakukan oleh SDI pada Desember 2017, perolehan suara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mencapai 30.30%. Dengan demikian suara pasangan ini mengalami penurunan di survey Fabruari 2018. Hal berbeda terjadi pada Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar yang pada survey sebelumnya 22.30% kini naik menjadi 24.80%.

Pasangan lain yang relative naik adalah pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman 20.00% di Desember 2017 dan pasangan yang stabil dukungannya adalah Agus Arifin Numang-Tanri Bali Lamo 8.1% pada survey Desember 2017.

"Turunnya suara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar ditengarai karena penolakan publik atas politik kekerabatan atau dinasti di Sulsel," jelasnya.

Sebagai isu nasional, sambung Barkah,
penolakan atas politik kekerabatan/dinasti terkonfirmasi dalam survei SDI, dimana lebih dari separuh atau 62.29% pemilih tidak menyetujui politik kekerabatan/dinasti. Hanya 23.49% yang menyatakan setuju.

Namun dukungan yang impresif terjadi pada Nurdin Halid-Aziz Kahhar Mudzakkar. Meski diterpa isu korupsi masa lalu, namun masyarakat Sulsel masih terbuka bagi mereka yang pernah tersandung kasus hukum.

"Sebanyak 40.90% pemilih yang menyatakan mereka yang pernah tersandung hukum dapat diberi kesempatan sebagai pemimpin, dan sebanyak 42.70% yang menyatakan tidak dapat diberi kesempatan untuk memimpin," ungkapnya.

Lebih lanjut Barkah mengatakan, Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman, punya tantangan tersendiri. Dimana public menilai pengalaman memimpin kabupaten bukan jaminan keberhasilan dalam memimpin provinsi atau sebagai Gubernur.

Sebanyak 46.90% menyatakan pengalaman sebagai bupati tidak menjadi jaminan atau tolak ukur keberhasilan memimpin provinsi, sementara 33.10% menyatakan hal itu dapat menjamin keberhasilan memimpin provinsi.

Sedangkan temuan SDI yang ketiga, ujar Barkah, bahwa mayoritas pemilih Sulsel adalah pemilih rasional, dimana 50.60% adalah pemilih rasional, sementara 26.40% adalah pemilih sosiologis dan 19.20% adalah pemilih psikologis.

Dari 21.20% pemilih Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, sebanyak 54.59% adalah pemilih rasional. Nurdin Halid-Aziz Kahhar Mudzkkar juga mendapat dukungan terbesar atau 52.00% pemiihnya adalah rasional.

Sementara Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar sebanyak 45.84% dari pendukungnya adalah pemilih rasional. Siapakah yang akan menang ditentukan oleh kemampuannya meraih swing voters yang mencapai 47.30%.

Dari total swing voters di Sulsel yang mencapai 47.30% tersebut, sebanyak 54%nya adalah pemilih rasional. Olehnya itu siapakah yang mampu mempengaruhi pemilih rasional dengan visi, misi serta program yang tepat akan berhasil memenangkan pertarungan di Sulsel.

"Dua pasangan yang punya peluang besar meraih suara pemilih rasional adalah Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar dan Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman," ungkapnya.

Barkah mengungkapkan, peluang besar lain yang dimiliki oleh Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakar, karena pemilih Sulsel menginginkan pemimpin dari latar belakang tokoh agama dan pengusaha.

Mereka yang menginginkan pemimpin dari kalangan tokoh agama sebesar 29.30% dan pengusaha 18.90%. Pasangan Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakar adalah cermin dari dua latar belakang yang banyak diinginkan oleh pemilih.

Dalam survei ini SDI mewawancarai sebanyak 1000 orang, dengan margin of error 3.16% pada tingkat kepercayaan 95%. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Dalam rilis survei ini hadir juga Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan UNPAD Bandung, Muradi, Ph.D, dan Viktus Murin, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Bidang Kajian Strategis dan Intelijen.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats