Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 11 Maret 2018 19:08 WIB

Tiga Penadah Curanmor di Cikarang Ditangkap


Bekasi, HanTer - Polisi mencokok tiga pelaku penadah sepeda motor hasil curian yang kerap menadah hasil curian, terutama di wilayah hukum Polsek Cikarang.

Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Puji Hardi mengatakan para pelaku berinisial AR, MH dan RD, serta satu pelaku pembuat STNK palsu, AS alias SBRNG.

Dijelaskan awal kejadian, polisi menangkap RC, pelaku yang bertugas sebagai pencuri sepeda motor, serta TH yang bertugas sebagai joki, pada hari Sabtu (27/1/2018) dimana kedua pelaku mengaku meminta bantuan kepada pria berinisial DD, untuk menjual sepeda motor Honda Vario bernopol B 3435 FPR dan Honda Spacy bernopol B 6035 CXN, yang merupakan hasil curian mereka.

"RC menunjukkan lokasi pencurian sepeda motor, dari sebuah rumah kontrakan di Kampung Tegal Gede RT 01 RW 04, Desa Pasir Sari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi," ujar Puji kepada wartawan, Minggu (11/3/2018).

Aksi kejahatan ini akhirnya terungkap sudah tujuh kali. "Ketiga tersangka mengaku sudah melakukan berbuatannya di wilayah hukum Cikarang Selatan sebanyak 7 kali, yang dijual kepada tersangka KS," beber Puji.

Sehingga pada 3 Februari 2018 sekira pukul 22.30 WIB, polisi menangkap seorang penadah, KS di kediamannya di daerah Karawang dan mengamankan 2 unit sepeda motor Kawasaki Ninja merah dengan nomor rangka dan mesin atas nama Difa bin Ae Soemantri, salah satu korban yang sempat melapor kehilangan sepeda motor tertanggal 4 Januari 2019.

Kasus kemudian dikembangkan kembali dan berhasil menangkap para pelaku penadah AR, MH, RD dan AS pembuat STNK palsu di rumah para pelaku di Karawang.

Sebelumnya RC menjual sepeda motor hasil curian kepada KS sebesar Rp3 juta. Oleh KS sepeda motor tersebut dijual kembali kepada AR sebesar Rp3,2juta. Selanjutnya AR menjual kepada MH sebesar Rp3,4 juta dan MH menjualnya kepada RD sebesar Rp3,9 juta.

Modus operandi yang digunakan pelaku, yakni KS menadah sepeda motor hasil curian RC sebanyak 7 unit. Kemudian dijual kembali ke AR sebanyak 6 unit kendaraan, dan kepada pelaku DP 1 unit.

"Tersangka RD meminta SBRNG untuk membuatkan STNK palsu dengan jasa Rp200 ribu. Setelah itu motor dijual ke Cilacap dengan harga Rp4,4 juta," pungkasnya.
 


(danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats