Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Maret 2018 04:44 WIB

Tragis, Seorang Ibu Tewas Digelonggong Anak Kandung

Trenggalek, HanTer – Sungguh biadab dan tak bisa dibenarkan oleh siapapun ketika seorang ibu dihabisi dengan cara tragis oleh anak kandung dan menantunya. Adalah Tukinem (51), yang mati tidak wajar dengan cara dicekoki air sumur alias digelonggong.
 
Dikutip dari Inews, peristiwa yang terjadi pada Senin (5/3/2018) itu sontak menggegerkan warga Desa Surelor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
 
Saat ini, ketujuh orang bersaudara itu sudah ditahan di Mapolres Trenggalek guna penyelidikan lebih lanjut.
 
Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo Saputra mengungkapkan pembunuhan dilakukan secara bersama-sama oleh keluarga korban dengan latar belakang pengobatan alternatif.
 
"Pengakuan saksi dan para tersangka, mereka sedang melakukan prosesi ritual hingga akhirnya terjadi insiden (pembunuhan) tersebut," kata Didit, Selasa (6/3/2018).
 
Ditambahkannya, tiga dari tujuh orang pelaku utama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing Rini Astuti (anak korban), Jayadi Budi (menantu korban), dan Jemitun (adik kandung).
 
Sedang empat tersangka lainnya, yakni Suyono (adik ipar), Katenun (adik ipar), Apriliani (keponakan) dan Andris Prasetyo (keponakan).
 
Menurut Kapolres, tiga tersangka pertama dijerat dengan Undang-undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).
 
Sedang empat lainnya dijerat Pasal 170 (1) KUHP tentang Pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
 
"Para pelaku yang masih berkerabat ini melakukan ritual sejak Jumat (2/3) hingga Ahad (5/3). Mereka menyembelih lima ekor ayam kemudian dimasak, dan dimakan dengan nasi kuning," ujar Didit.
 
Prosesi ritual mulanya berjalan biasa. Korban yang juga ibu kandung tersangka utama, Tukinem ikut dalam ritual adat tersebut hingga tiga hari berturut-turut.
 
Anehnya, selesai menyantap nasi kuning bersama, Tukinem mengeluhkan mual dan sakit perut. Keluhan mendadak itu kemudian direspons dengan pendekatan adat, yakni menyirami sekujur tubuh korban.
 
Kepanikan mulai tiba, karena tak kunjung membaik, Rini kemudian berinisiatif memasukkan selang ke dalam mulut Tukinem. "Sebelum digelonggong ini melalui mulut korban sempat dimasuki ikan teri kering. Katanya itu perantara untuk mengusir roh jahat dalam tubuh korban," katanya.
 
Dibantu enam pelaku lain, Rini memasukkan selang ke mulut Tukinem dan menyumpalnya dengan kain handuk agar air tidak mengalir keluar. Air dari selang mengalir ke mulut Tukinem selama 30 menit. 
"Karena air terus mengalir ke tubuh korban selama 30 menit, korban akhirnya meninggal dunia," tutur Didit.
 
Tukinem meninggal dunia karena tertutupnya saluran udara oleh air, hingga rongga dada dan paru-paru juga berisi air.
 
"Untuk para pelaku pembunuhan ini semula ditetapkan lima orang tersangka, namun kemudian berkembang menjadi tujuh," kata Didit.
 
Sejauh ini, selain memenuhi unsur pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), para pelaku juga dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats