Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Maret 2018 06:16 WIB

Lagi, Ratusan Rumah di Pekanbaru Terendam Banjir

Pekanbaru, HanTer - Ratusan rumah di seputaran Kota Pekanbaru hingga Kabupaten Kampar, Riau terendam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak Selasa (6/2) malam hingga Rabu pagi.
 
"Air masuk ke rumah saya sejak tengah malam Selasa saat hujan deras yang berlangsung hingga pagi, " kata Chiko (30) warga Perumahan Green Teropong Jalan Teropong Kelurahan Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Rabu (7/3/2018).
 
Chiko yang sehari-hari bertugas sebagai jurnalis pada salah satu media online Pekanbaru, mengaku tidak bisa bekerja hari ini karena genangan masih merendam rumahnya setinggi lutut orang dewasa.
 
"Aku masih di rumah belum bisa bergerak banjir, setinggi lutut, "kata Chiko.
 
Ia menjelaskan ada 100-an rumah yang terendam di lokasi perumahan Green Teropong tersebut, hal ini disebabkan hujan deras yang melanda Kampar dan Kota Pekanbaru sekitarnya.
 
Ia menyatakan hujan kali ini berbeda dengan biasanya selain deras juga disertai angin kencang dan waktunya lumayan lama.
 
"Kalau hujan biasa saja wilayah kami tidak pernah banjir, " tukasnya.
 
Ia menambahkan saat ini air mulai surut walau masih menggenangi wilayah tersebut, namun ketinggiannya tidak seperti saat hujan lebat semalam.
 
"Air masih masuk di rumah walau mulai surut, " imbuhnya.
 
Sementara itu Arto (50) warga Kota Pekanbaru membenarkan bahwa beberapa titik di wilayah setempat juga tergenang air, hingga ke jalan Raya yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
 
Banjir ini sebut Arto terjadi sejak hujan deras Selasa malam, sehingga wilayah Tabek Gadang, Lurah Simpang Baru, Kubang, Daerah Bangau Sakti, dan sebagainya digenangi air.
 
"Banyak perumahan terendam seperti di Kubang pagi tadi juga belum surut ketingian paha orang dewasa, " ujar Arto.
 
Menurut dia genangan ini masih berlangsung hingga Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, dimana saat hendak berangkat kerja, motor yang ditumpanginya harus mogok karena krmasykan air banjir saat melintasi Jalan Simpang Baru.
 
Ia terpaksa molor satu jam tiba di kantor karena harus membersihkan busi motor miliknya yang mogok karena menyeberangi banjir.
 
"Banyak juga motor lainnya yang mogok tadi pagi selain saya, " ujarnya.
 
Selain mogok ternyata banjir juga telah menyebabkan kemacetan panjang disaat lalulintas pagi yang padat dan sibuk.
 
"Jalan depan Polsek Tampan sampai Simpang Tabek Gadang macet total," pungkasnya.
 
Sementara itu lebih parah lagi ratusan rumah di Jalan Datuk Tunggul, Kelurahan Sialang juga terendam banjir hingga kedalaman 30 cm hingga 1 meter.
 
Ketua RT 05 RW 17 Kelurahan Sialang Munggu, Dedi, mengatakan air naik sudah sejak pukul 20.00 WIB tadi malam.
 
"Hujan mengguyur sejak sore kemarin. Sekitar jam 20.00 WIB air mulai naik tapi hanya sebatas di halaman saja. Ternyata hujan tak berhenti dan sekitar jam 02.00 dini hari air semakin tinggi bahkan mencapai satu meter," ujar Dedi.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats