Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 07 Maret 2018 16:12 WIB

Ridwan Kamil Siap Jadikan Situs- situs Bersejarah Menjadi Tempat Favorit Wisata

Cirebon, HanTer - Keluarga Keraton Kanoman di Cirebon sangat bersuka cita menerima kunjungan kandidat Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya di Keraton Kanoman, kota Cirebon, Rabu (7/30/2018). Mereka pun  mengungkapkan masalah -masalah yang dihadapi keraton. Salah satunya adalah terhalangnya akses keluar masuk orang dan kendaraan karena  adanya pasar tumpah di sepanjang gapura menuju keraton.  
 
Ratu Raja Arimbi, adik Sultan Kanoman Emirudin mengungkapkan, Keraton adalah tempat lahirnya budaya dan adat istiadat. Banyak orang ingin datang ke keraton, tapi khusus keraton Kanoman sulit diakses publik  karena banyaknya pedagang yang berdagang di jalan yang menuju pintu keraton. 
 
"Padahal,  jika akses masuk ke keraton mudah, maka semakin banyak orang yang berkunjung untuk belajar tentang adat istiadat, budaya dan tradisi keraton," ujaranya. 
 
Tak hanya itu, Ratu Arimbi juga meminta, pemerintah memberikan perhatian yang lebih, tidak sekadar biaya pemeliharaan keraton, tapi juga pemberdayaan ekonomi di lingkungan keraton. "Selama inj dana bantian dari pemerintah ada. Tapi nilanya kurang untuk merawat leraton yang luas ini. Tanpa bantuan  dari pemerintah kita tidak berdaya," ujarnya. 
 
Menanggapi hal itu Ridwan Kamil menyatakan,  terkait pemeliharaan wilayah keraton seluas 5 hektare itu,  memang  memerlukan anggaran yang tidak sedikit.  "Insya Allah kalau takdirnya ada, saya jadi Gubernur, saya akan memperhatikan situs- situs bersejarah menjadi tempat pavorit wisata," ujarnya. 
 
Terkait masalah pemberdayaan ekonomi di keraton, kata Kang Emil, dia akan  mengirim tim untuk mendiskusikan peluang dan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di keraton, misalnya membuka restoran dan mengembakan  wisata sejarah dan budaya 
 
Sebelum menjawab pertanyaan Ratu Arimbi terkait akses menuju keraton yang sempit,  Kang Emil minta izin untuk keliling ke pasar Kanoman. Tujuannya untuk menerima masukan dari pedagang di sana. 
 
Setelah berdialog dengan  pedagang, menurut Kang Emil, pada dasarnya para pedagang mau ditata, asal penataannya berpihak pada pedagang.  Membuka akses masuk orang dan barang ke keraton merupakan bentuk penghormatan kepada sejarah. 
 
Kang Emil menjelaskan, intinya akses masuk keraton harus dibuka, pedagang harus ditata dan mereka terbuka pada penataan. "Pasar kan wisata yang paling menyenangkan asal tempatnya bersih dan menyenangkan. Tugas pemimpin mewujudkan kelih kesah dari rakyatnya," ujar Kang Emil.
 
Ketua Ikatan Pedagang Pasar Kanoman Heru Suyanto mengatakan bahwa pedagang di Pasar Kanoman sangat berharap jika pasar mereka di tata. Beberapa kali pemerintah katanya majmu renovasi pasar, tapi sampai sekarang belum terlaksana. "Pedagang di jalan yang mengganggu akses masuk keraton mau kok dimasukkan ke dalam, asal pasar ini di tata dengan baik," kata dia. 
 


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats