Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 06 Maret 2018 21:36 WIB

Banten-RSJ Grogol Tangani Orang Gangguan Jiwa

 
Serang, HanTer - Pemerintah Provinsi Banten berencana melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grogol, Jakarta Barat, dalam upaya penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Banten.
 
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana di Serang, Selasa (6/3/2018) mengatakan selain rencana kerjasama dengan RSJ Grogol dalam penanganan ODGJ, pemprov Banten juga berencana membangun pantirehabilitasi terpadu salah satunya untuk penanganan ODGJ.
 
"Kita itu tidak punya panti rehabilitasi, ODGJ, wanita tunasusila, anak jalanan, gelandang dan pengemis. Sekarang lagi marak ODGJ, instruksi dari Pak Gubernur dan keinginan beliau segera MoU dengan RSJ Grogol untuk sementara ini," kata Nurhana usai acara pelantikan pengurus Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Banten.
 
Nurhana menilai, kerja sama tersebut akan membantu dalam penganan ODGJ di Banten. Sebab, selama ini penanganannya masih bertumpu pada panti rehabilitasi milik masyarakat.  Bahkan, kata dia, di salah satu yayasanmilik masyarakat yakni Yayasan Bani Syifa di Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang yang kini tengah menangani tak kurang dari 200 ODGJ.
 
"Ini luar biasa, saya tidak harus bingung-bingung lagi, sudah langsung bawa ke RSJ. Setelah sembuh bagian kita penanganannya, ada assesmen. Kalau ada keluarganya kita pulangkan. Sekarang yang dikirim dari kabupaten/kota kita kirim ke panti masyarakat. Ada sekitar 200 (ODGJ) di Bani Syifa, kita berterima kasih sekali ke mereka," kata Nurhana.
 
Menurut Nurhana, agar kerja sama itu bisa terjalin, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan seperti Sekda Banten Ranta Soeharta dan juga Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten.
 
"Langsung dikoordinasikan dengan Pak Asda dan Pak Sekda. MoU-nya nanti melibatkan Dinkes juga," kata dia.
 
Untuk fasilitas rehabilitasi sendiri, Pemprov Banten sudah menuangkannya dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Banten 2017-2022 dengan membangun panti rehabilitasi terpadu.
 
Untuk lahannya, kata Nurhana, Pemprov sudah memilikinya di @asir Ona Kelurahan Rangkasbitung Timur, Kecamatan rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
 
"Jadi konsepnya itu panti, kita sudah punya lahan 8 hektare, baru terpakai 2 sampai 3 hektare, tinggal dana pembangunannya saja," katanya.
 
Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, saat ini pihaknya terus mengkaji terkait pembangunan panti rehabilitasi. Sebelum fasilitas itu terbangun, dia berharap kepada pengurus LKKS untuk bisa bekerja ikhlas dan sabar dalam penangan para penyandang masalah sosial.


(sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats