Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018 20:22 WIB

Pertanyakan Freeport Sudah Bantu Apa untuk Asmat?

Papua, HanTer - Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDIP kembali  memberikan bantuan kemanusiaan atas  Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah campak dan gizi buruk di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua. Bantuan kedua ini merupakan tindak lanjut dimana sebelumnya Baguna PDIP sudah mengirim sembilan orang tenaga medis untuk membantu pasca musibah dan bencana.
 
Wakil Ketua Baguna DPP PDIP, Tigor Doris mengatakan, bantuan kemanusian kedua ini berupa tenaga kesehatan, bantuan sandang pangan, obat-obatan dan  mainan untuk anak-anak. Tenaga medis akan menanggani pasien  anak-anak menderita gizi buruk, ISPA, dan diare, maupun orang dewasa yang kurang gizi.  
 
“Ada 19 distrik yang telah berhasil diberikan pengobatan oleh tim medis dari Baguna PDIP, diantaranya Distrik Fayit, Tauro, Pirien, Bagair dana Nanai,” kata Tigor, Kamis (8/2/2018).
 
Tigor menjelaskan, setelah selesai melakukan pengobatan terhadap pasien campak dan gizi buruk, tim juga akan memberikan edukasi tentang kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Asmat. 
 
Menurut Tigor, salah satu penyebab terjadinya KLB  tersebut karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan. Misalnya pola gaya hidup masyarakat yang terbiasa mengolah makanan tidak higienis.
 
“Masalah campak dan gizi buruk di Asmat ini sudah terjadi sejak zaman Bung Karno, karena masyarakat  masih kurang pengetahuan tentang kesehatan. Kedua, sarana dan prasana kesehatan juga masih kurang. Jadi kita perlu berikan edukasi tentang kesehatan,” jelas Tigor.
 
“Baru di zaman Presiden Jokowi ini masyarakat Papua diperhatikan,” tambah Tigor. 
 
Namun  kader moncong putih  ini menyesalkan  kurangnya perhatian swasta terhadap musibah ini, seharusnya PT  Freeport yang mengelola SDA tanah Papua  ikut memberikan bantuan kepada masyarakat Asmat.  Sebab Selama ini Freeport hanya mengalokasikan bantuan tunai , sehingga budaya masyarakat tidak berubah.
 
“Mestinya lahan  luas di kabupaten Asmat bisa dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, sungai dan laut juga dimanfaatkan untuk menangkap ikan , tentunya dengan alat tangkap yang memadai," ujar Tigor. 
 
Terakhir , Tigor menuturkan, agar  anggota DPRD di daerah yang mapan tidak terlalu sering ke Jakarta, namun lebih memperhatikan daerah terpencil seperti kabupaten Asmat.
 
“Lebih baik studi banding dengan pejabat dan legislator di daerah seperti Asmat, saya yakin lebih bermanfaat daripada hanya memberi kritik dari luar,” pangkas Tigor.


(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats