Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Februari 2018 21:53 WIB

Polda NTB Gagalkan Penyelundupan Lobster Mutiara Senilai Rp 3 Miliar

NTB, HanTer - Kasus penyelundupan kekayaan hayati senilai Rp 3 miliar lebih di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil digagalkan Subdit Gakkum Dit Polair Polda NTB, dengan menangkap dua orang pelaku penyelundup benih lobster.
 
Awal penangkapan dari informasi masyarakat tentang adanya aktifitas yang mencurigakan dilakukan dua orang pelaku.
 
Dit Polair Polda NTB, Kombes Pol Edwin Rachmad Adikusumo, mengatakan informasi itu didapat melalui via handphone tentang adanya pengiriman benih Lobster dari Pantai Kuta, Lombok Tengah.
 
“Informasi itu diperoleh  pada hari Rabu, 7 Februari 2018, sekitar pukul. 11.30 WITA. Tim kemudian mendatangi TKP, namun dua orang berhasil lolos,” ujar Edwin kepada wartawan di Lombok, Kamis (8/2/2018).
 
Berdasarkan informasi di tempat kejadian perkara (TKP)  barang bukti  benih lobster tersebut, ternyata sudah diangkut menggunakan minibus menuju tempat oper barang dengan cara dinaikkan ke mobil truck jurusan Bali.
 
Lantaran merasa khawatir buruannya kabur makin jauh,  tim kemudian berangkat menuju pelabuhan Lembar untuk melakukan razia truk yang akan menyeberang dari pelabuhan Lembar menuju Gili Manuk, Bali.
 
“Hingga sampai pada pukul 01.30 WITA, Rabu malam, tim melakukan pemeriksaan satu persatu  terhadap truk yang mau menyebrang ke Bali,” ungkap Edwin.
 
Hasilnya, pada pemeriksaan sebuah truk Nomor Polisi H 1413 KF yang dikemudikan oleh MJ dan kernetnya berinsial BH, petugas menemukan 5 dus dan 1 box yang berisi Benih Lobster sebanyak 20.444.ekor dengan rincian sebanyak 20.422 ekor benih lobster  jenis mutiara dan 22 ekor benih lobster jenis pasir.
 
Dikemas dalam 137 kantong plastik. Benih Lobster tersebut semuanya masih dalam keadaan hidup,” kata Edwin.
 
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti menegaskan penyidik Dit Polair, sudah mengamankan dua tersangka MJ alias Gendut (23) warga Desa Grising, Kecamatan Grising, Kota Semarang, Jawa Tengah dan BH alias Budi (36) kernet truk, warga Desa Pengaron, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, beserta barang bukti  ke Mako Dit Polair Polda NTB guna pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.
 
“Keduanya  diduga  melanggar Pasal 88 Jo Pasal 16 ayat 1 dan/atau Pasal 100 Jo Pasal 7 ayat 2 huruf j UU RI NO. 31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI NO. 45 tahun 2009,” tegas Tribudi.
 
Berdasarkan Undang-undang tersebut, mereka bisa di ancam pidana penjara paling lama 6 Tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000.
 
Jika dilihat dari nilai ekonomisnya benih lobster jenis mutiara bisa menembus harga Rp150.000,- per ekor dan benih lobster jenis pasir mencapai Rp60.000,- per ekor. Total harga diluar negeri dari seluruh barang bukti  20.444 ekor yang berhasil diamankan mencapai Rp3.064.620.000,-.
 
“Barang bukti benih lobster tersebut rencananya akan dilepasliaran di pantai Cemare bersama Balai Karantina Ikan  Mataram,” bebernya.


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats