Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 03 Februari 2018 21:12 WIB

Gawat, Anak Tujuh Tahun Kecanduan Isap Lem dan Septictank

Kupang, HanTer – Adalah Viktor Seran (7), asal Kabupaten Belu, diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Timur, Rabu, karena kecanduan mengisap septictank, bahan bakar minyak (BBM), serta lem Aica Aibon.
 
"Saat ini anak yang masih di bawah umur ini sudah kami bawa ke rumah trauma center di Kupang, untuk dilakukan penanganan lebih lanjut," kata Kepala BNNP NTT Brigjen Pol Muhammad Nur, di Kupang, kemarin. 
 
Ia menjelaskan bahwa mereka yang mengisap lem atau sejenisnya dan kemudian kecanduan akan mengakibatkan kerusakan permanen pada otak, hati dan ginjal.
 
Di samping itu juga mereka yang kecanduan cenderung mengalami pendarahan pada hidung atau yang kenal dengan sebutan mimisan.
 
"Tetapi juga dapat mengalami kehilangan ingatan, sulit belajar, melihat sesuatu tidak jelas, kehilangan kendali tubuh, keram, nyeri bahkan batuk parah," ujarnya.
 
Bahkan lanjut Komandan berbintang satu tersebut mereka yang kecanduan akan terserang penyakit jatung, namun juga dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah dan berujung pada kematian.
 
Kasus pengamanan terhadap Viktor itu dilakukan oleh BNNK Kabupaten Belu, yang kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait untuk dibawa ke Kupang.
 
Penangannan yang dilakukan oleh BNNP NTT adalah nantinya akan diperiksa kejiwaan dari anak tersebut di RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang.
 
"Sebab dari kasus-kasus yang pernah saya temui mereka yang menghirup lem dan sejenisnya bisa mengalami gangguan kejiwaan," katanya mencontohkan.
 
Viktor sendiri nantinya juga akan dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk direhabilitasi agar bisa sembuh dari kecanduannya tersebut. "Biaya menjadi tanggungan pemerintah," katanya.
 
Sementara itu dari hasil pemeriksaan sementara Viktor telah mulai mengisap bau-bauan tersebut sejak umur empat tahun karena kakek dan neneknya menjual BBM.
 
Hal ini juga, menurut Muhammad, karena kurangnya pantauan orang tua kepada anaknya. Sampai saat ini Viktor sudah putus sekolah padahal baru berumur tujuh tahun.


(Ant)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats