Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 02 Januari 2018 06:16 WIB

Ribuan Siswa SPI Gelar Kegiatan di 5 Kota

Jakarta, HanTer - Sekolah Pantai Indonesia (SPI) yang dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali menggelar kegiatannya di 5 ( lima) Kabupaten/Kota dengan melibatkan ribuan siswa SMA atau SMK) dan SMP dari Sabang hingga Merauke sepanjang 2017 ini. 
 
Kabupaten/Kota yang terlibat diantaranya, Sabang, Indramayu, Kepulauan Seribu, Pangandaran, dan Merauke.
 
Sekolah Pantai Indonesia (SPI) merupakan implementasi dari Gerakan Cinta Laut (Gita Laut) KKP telah dilaksanakan sejak tahun 2013. Kegiatan ini dilakukan melalui penyadaran masyarakat untuk usia dini dengan menerapkan prinsip dari, oleh dan untuk siswa melalui konsep 4A (Amati, Analisa, Ajarkan, Aksi). Kegiatan  SPI telah digagas sejak tahun 2013 dan diimplementasikan di 26 provinsi. 
 
“Tujuan kita mengadakan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa tentangpengelolahan wilayh pesisir dan upaya adaptasi perubahan iklim diwilayah pesisir dengan melakukan pengamatan perubahan yang terjadi di lingkungannya secara berkala. Dan ini juga untuk membekali siswa sebagai agen perubahan dengan pengamatan, perhitungan dan analisa ilmiah terhadap kondisi lingkungan pesisir,” kata Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Ir. Balok Budiyanto, MM seperti keterangan diterima Harian Terbit, Ahad (31/12/2-17).
 
Terpilih sebagai pelaksanaan SPI Tahun 2017 dari Kabupaten Indramayu  yakni  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mitra Maritim Karangsong dan SMK Hasanudin Kandanghaur; dari Kabupaten Kepulauan Seribu Jakarta yakni SMKN 61 Jakarta; dari Kabupaten Pangandaran yakni SMPN 1 Pangandaran; dari Kota Sabang yakni SMPN 2 Sabang;  dan dari Kabupaten Merauke terpilih yakni SMPN Buti, SMAN 2, SMAN 3 dan KPG Khas Papua Kabupaten Merauke.
 
SMK Mitra Maritim Karangsong dan SMK Hasanudin Kandanghaur Kabupaten  Indramayu Provinsi Jawa Barat mengangkat isu pencemaran pesisir sebagai fokus dalam Sekolah Pantai Indonesia di Kabupaten Indramayu.
 
SMKN 61 sebagai peserta SPI Kepulauan Seribu melakukan transplantasi karang sebagai upaya rehabilitasi terumbu karang lewat pencangkokan atau pemotongan karang hidup yang selanjutnya ditanam di area yang rusak atau lahan kosong. 
 
"Kenapa baru di 5 daerah di Indonesia, jujur saja kita masih keterbatasan dalam hal anggaran. untuk saat ini memang hanya lima daerah dan kita anggap cukup mewakili. Tapi tidak menutup kemungkinan jika nanti kita akan terus mengembangkan di setiap daerah yang memiliki potensi," terangnya.


(romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats