Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 29 Desember 2017 03:59 WIB

Henny Klaim PPIA 2017/18 Menambah Wawasan Pemuda Rejang Lebong

Rejang Lebong, HanTer - Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Rejang Lebong, Henny Kurniati, SE., MM, berharap melalui Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) atau Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2017/18, bisa terjadinya saling menjajaki potensi, serta memberikan suatu wawasan khususnya bagi para pemuda yang ada di Rejang Lebong.
 
Program PPIA 2017/18 itu sendiri diikuti oleh 18 pemuda Indonesia dan 18 pemuda Australia, ditambah satu Project Officer, sejak 18 Desember 2017 hingga 6 Februari 2018 mendatang di Bengkulu dengan mengagendakan antara lain adalah kunjungan kehormatan, workshop kesenian, homestay di fase desa dan fase kota, community development di fase desa serta magang di berbagai institusi baik publik maupun swasta pada fase kota. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Australia beberapa waktu lalu. 
 
"Kita itu sama dengan pemuda atau pelajar-pelajar yang lain sekalipun dari Australia. Artinya, disini mereka mampu berinteraksi secara sosial, bertukar pikiran masalah pengetahuan, sehingga menjadi daya tarik bagi pemuda disini apa yang orang lain bisa, kenapa kita tidak," tutur Henny Kurniati, Kamis (28/12/2017).
 
Disamping itu, Henny melanjutkan, kita bisa memberikan informasi potensi yang ada di Rejang Lebong, agar bisa dipromosikan oleh para pemuda yang berasal dari Australia di negaranya. "Dari segi potensi, Insya Allah kita ini tidak kurang, karena sektor lainnya di daerah ini bisa connect, baik pemuda, olahraga maupun wisata yang ada di daerah ini," tuturnya.
 
Berlangsungnya program PPIA 2017/18 diakui Henny sangat menggembirakan pihaknya, di mana adanya dampak langsung terhadap masyarakat setempat dengan mendapatkan tambahan wawasan.
 
"Program ini betul-betul sangat memberikan wawasan khususnya bagi pemuda yang ada disini. Contohnya ada kegiatan belajar bahas Inggris yang langsung ditangani oleh orang yang kesehariannya menggunakan bahasa tersebut, sehingga mereka timbul rasa kepercayaan dirinya setelah berinteraksi dengan orang asingnya langsung," tutur Henny.
 
"Itu menjadi motivasi bagi anak-anak maupun para pemuda disini untuk lebih giat belajar, mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya minimal bisa berbicara bahasa asing," sambungnya.
 
Kedepannya, Henny berharap bisa terjalin suatu komunikasi dalam cakupan yang luas. "Mereka sudah tahu potensi yang ada di Bengkulu, khususnya Rejang Lebong ini, sehingga diharapkan ada sebuah komitmen atau MoU yang dapat dikerjakan bersama, baik dari segi kepemudaan, pendidikan, pariwisata serta lainnya," ucap Henny berharap.
 
Sementara itu, Kabid Kemitraan Dalam Negeri Deputi Pengembangan Pemuda Drs. Hery Yansen Manurung menuturkan bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenpora sangat memandang penting terhadap program pertukaran pemuda ini. Pasalnya, mampu mengetahui program-program dari negara lain, sehingga bisa dijadikan study banding.
 
"Hal ini sangat baik karena bisa mengembangkan potensi-potensi para pemuda yang dimiliki negara masing-masing. Kita bisa mengeksplor semua hal-hal potensi yang ada tentang pengembangan dibidang kepemudaan, mulai dari potensi kekayaan alam, bisnis, pendidikan dan lain sebagainya," ucap Hery Yansen.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats