Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 29 Desember 2017 03:39 WIB

Kadispora Bengkulu `Tantang` Pemuda Bumi Rafflesia Kembangkan Potensi Diri

Bengkulu, HanTer - Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) atau Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2017/18, gawean Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, tengah berlangsung di desa Babakan Baru, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.
 
Terkait program ini, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi Jantan, M.Pd mengaku bangga dengan pelaksanaan Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) di Bengkulu ini. Pasalnya, ia menuturkan bahwa banyak potensi para pemuda setempat dan alam dari daerah berjuluk Bumi Rafflesia yang dapat dieksplor ke permukaan.
 
"Kami berterimakasih kepada pihak Kemenpora, pasalnya kegiatan ini sangat penting bagi Bengkulu, di mana kegiatan ini merupakan program berlevel internasional yang salahsatunya mampu memberikan informasi lebih terhadap sosial budaya dan potensi daerah ini," ucap Kadispora Provinsi Bengkulu, H. Meri Sasdi Jantan, M.Pd, Kamis (28/12/2017).
 
Kadispora Meri juga mengatakan bahwa Gubernur Bengkulu sangat concern terhadap pemuda dan mendukung kegiatan AIYEP 2017/18 ini. Ia pun menegaskan jika pemuda merupakan aset yang luar biasa, terlebih bagi pemuda yang telah mengikuti program-program dibawah naungan Kemenpora. 
 
Untuk itu ia pun "menantang" para pemuda Bengkulu untuk bersama-sama bahu membahu membangun Bengkulu untuk lebih maju lagi, terlebih di Bumi Raflesia ini diketahui memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, bahkan juga dibidang olahraga, ekonomi, pertanian dan lainnya.
 
"Pemuda Bengkulu harus "booming" melalui kreatifitasnya, sehingga kami pun berharap banyak munculnya gagasan dan inovasi yang dilakukan para pemuda Bengkulu sehingga berdampak signifikan dalam kemajuan pembangunan daerah ini, dimana kami akan memfasilitas dari kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Bengkulu melalui program-program maupun inovasi dari para putra daerah, disamping akan mendapatkan sebuah pengalaman usaha," ucapnya.
 
Program AIYEP 2017/18 itu sendiri diikuti oleh 18 pemuda Indonesia dan 18 pemuda Australia, ditambah satu Project Officer, sejak 18 Desember 2017 hingga 6 Februari 2018 mendatang di Bengkulu dengan mengagendakan antara lain adalah kunjungan kehormatan, workshop kesenian, homestay di fase desa dan fase kota, community development di fase desa serta magang di berbagai institusi baik publik maupun swasta pada fase kota. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Australia beberapa waktu lalu.
 
Kadispora Meri juga menuturkan bahwa alumni dari program ini ataupun program lainnya akan ditindaklanjuti terkait perkembangan langkah kongrit selanjutnya bagi pembangunan Bengkulu.


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats