Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 02 Desember 2017 14:16 WIB

Rizal Ramli: Perikanan dan Pariwisata Jadi Kunci Kemajuan Maluku Utara

Ternate, HanTer - Ekonom Dr Rizal Ramli menegaskan, Provinsi Maluku Utara harus lebih sejahtera, mengingat daerah ini menjadi lumbung ikan nasional dan pernah menjadi perhatian bangsa-bangsa Eropa. Apalagi di Maluku Utara ada satu Pulau Rum di dekat Banda yang ditukar oleh Belanda dengan Pelabuhan Manhattan yang sekarang menjadi New York kepada Inggris.

"Sejarah ini menjadi bukti bahwa pala, cengkeh, dan rempah yang lain lebih berharga dengan emas," kata Dr. Rizal Ramli dalam Seminar Nasional Tata Kelola Kemaritiman dan Perbatasan Antara Peluang dan Ancaman di Universitas Muhammadiyah Ternate, Maluku Utara, Sabtu (2/12/2017).

Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim ini menyampaikan bahwa dengan kekayaan laut Maluku Utara, hanya bisa cepat untuk mensejahterakan rakyatnya jika dikombinasikan dengan pariwisata. Sehingga agro wisata dan wisata maritim bisa mempercepat ekonomi Maluku Utara.

Rizal Ramli menyampaikan di era pemerintahan Presiden Gus Dur di mana ia menjadi Menteri Keuangan sebagai awal era otonomi dan desentralisasi yang pendek dana perimbangan umum dan khusus tidak mempertimbangkan luas lautan. "Sudah saatnya para pimpinan Maluku memperjuangkan bersama sama agar Dana Alokasi Khusus mempertimbangkan aspek ketertinggalan dan luas lautan serta sumber perikanan," ujarnya.

Dengan strategi pembangunan ini maka kita bisa membangun tanpa utang, kata mantan aktivis mahasiswa ITB ini. Tetapi dengan strategi pembangunan
yang bagus, tidak perlu jauh mengambil contoh Spanyol, Italia, yang sudah maju pariwisatanya, Banyuwangi di Jawa Timur dengan bupati Abdullah Azwar Anas yang anak buah Gus Dur bisa mengubah kabupaten miskin menjadi kabupaten terkaya di Jawa Timur sebagai daerah pariwisata dan pusat perikanan di Jawa.

Pariwisata bisa mendorong perekonomian, dengan job kreator yang lebih murah dibandingkan harus membangun industri. "Karena sektor pariwisata sekarang saja sudah menyumbang devisa nomer dua setelah eksport kelapa sawit, sudah mengalahkan eksport migas," katanya.

Pariwisata jangan diremehkan, karena Italia, Perancis, dan Spanyol mengandalkan tourisme. Juga akan mengubah kultur. Ternate dengan kota terbahagia seperti indeks BPS, menjadi modal sosial karena ini menandakan warga Maluku Utara memiliki pandangan yang positif. Maka, ini yang bisa menjadi penggerak bagi kemajuan warga Maluku Utara.

"Kita akan menjadi lebih bersih menghilangkan budaya jorok. Lebih ramah karena keramahan bersahabat dengan turis. Juga akan mengangkat integritas karena orang akan lebih jujur dan kejujuran akan menjadi pembicaraan banyak orang untuk datang," kata Rizal Ramli yang akrab disapa Bang RR.

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Dr Wahda Z Imam, menyampaikan sudah saatnya ada revolusi biru di Maluku Utara. "Kita tidur di atas ikan, tetapi tidak mampu mampu memanfaatkan kekayaan ikan yang kita miliki", katanya.

Menurut Wahda, ini bisa kelihatan dari pendapatan daerah yang lebih besar di sektor perdagangan dan perkebunan. Sementara nelayan Filipina di Morotai sudah menguasai dengan nilai tukar Pesso, bahkan banyak yang kawin dengan penduduk lokal, ini yang membuat Maluku Utara hanya punya semboyan lumbung ikan nasional.

Anggota DPD RI asal Maluku Utara, Basri Salama menyebutkan bahwa ikan-ikan dari Maluku Utara setiap tahun bernilai Rp 7 triliun yang dicap dari Bitung, Sulawesi Utara. "Ini terjadi karena infrastruktur perikanan tidak terbangun di Maluku Utara. Inilah pentingnya kehadiran Dr Rizal Ramli mantan Menko Maritim hadir di Ternate," katanya.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats