Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 14 November 2017 21:22 WIB

Kejati Kepri Periksa Istri Buronan Kasus Korupsi 55 M

 
Jakarta, HanTer - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) memeriksa Filda, istri dari Moch Nasihan SH MH selaku kuasa hukum PT  Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ) yang telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Askes dan jaminan hari tua (JHT) PNS Pemko Batam senilai Rp55 miliar.
 
“Pemeriksaan oleh tim pidana khusus Kejati Kepri ini dilakukan guna melacak keberadaan Nasihan yang sampai saat ini masih buron,” ujar Yunan Harjaka, Kepala Kejati (Kajati) Kepri dihubungi Harian Terbit, Selasa (14/11/2017).
 
Menurut Yunan, sejak ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Askes dan  JHT senilai Rp 55 miliar bersama-sama dengan Syafei, mantan jaksa yang menjabat sebagai Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Nasihan melarikan diri (buron) dari pemeriksaan.
 
"Sudah tiga kali kami panggil untuk diperiksa sebagai tersangka tapi yang bersangkutan selalu mangkir. Bahkan praperadilan yang diajukan tersangka Nasihan ini sudah ditolak oleh pengadilan,” ujar Yunan.
 
Sementara itu Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri,Ferry Tass, menyakini dapat menangkap Nasihan. 
Menurutnya, selain tim khusus yang dibentuk untuk mengejar tersangka, Kejati Kepri juga telah berkordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan instansi terkait lainnya untuk melacak dan menangkap tersangka tersebut.
 
"Kita juga sudah berkoordinasi meminta bantuan pada Kejagung dan aparat terkait lainnya untuk ikut melacak tersangka yang belum diketahui keberadaannya. Apabila diketahui, bisa segera ditangkap oleh jajaran kejaksaan setempat," kata Ferry Tass. 
 
Pihaknya telah memanggil Moch Nasihan sebanyak 3 kali secara patut melalui surat resmi ke alamat yang bersangkutan, baik sebagai saksi dalam perkara yang sama atas nama tersangka lainnya Syafei maupun dipanggil sebagai tersangka, dengan mendatangi rumahnya di Jakarta maupun di Gresik. 
 
Namun panggilan tersebut sampai sekarang tidak pernah dipenuhi tersangka. Jadi, lanjut Ferry upaya paksa terhadap yang bersangkutan merupakn solusi ultimum remidium (langkah terakhir) yang dilakukan.
 
Apalagi upaya M Nasihan melalui permohonan praperadilan, juga telah ditolak oleh majelis hakim tunggal PN Tanjungpinang yang menyidangkan perkara tersebut, ungkap Ferry yang baru mendapatkan penghargaan dari Kejagun atas kinerjanya memberantas korupsi di Kepri, melalui kenaikan pangkat menjadi tiga melati dipundaknya itu. 
 
Ferry mengatakan, tidak ada alasan buat  M Nasihan untuk berusaha mengelak dan lari dengan tidak memenuhi panggilan tim penyidik Kejati Kepri, guna mepertanggungjawabkan perbutan hukum yang telah dilanggarnya tersebut.
 
"Silahkan saja untuk terus bersembunyi, dan mencoba lari dari kenyataan, karena kami akan terus mencari dan menangkapnya. Cepat atau lambat pasti akan dapat. Tindakan itu juga akan mempersulit dirinya sendiri," ujar Ferry Tass.
 
Mantan Kajari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan ini kembali menegaskan pihaknya tidak pernah main-main dalam hal perkara pemberantasan dugaan tindak pidana korupsi, sebagaimana amanah tugas yang diberikan negara kepadanya.
 
"Kita tidak pernah main-main dalam hal pemberantasan dugaan tindak pidana korupsi. Hal ini demi penegakan dan kepastian hukum, serta supremasi hukum, dengan tetap menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah (Presumption of Innouncence). Segera kami kejar dimana pun dia berada saat ini," tegas mantan Dekan Fakultas Ilmu Hukum serta Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas  19 November Kolaka Sultra itu.


(zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats