Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 22 Oktober 2017 21:34 WIB

Korupsi Dana Desa; Jaksa Tahan Kepala Desa

 
Jakarta, HanTer - Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara menahan oknum Kepala Desa Percut, Kecamatan Percut Seituan, berinisial CA dugaan kasus korupsi penyimpangan penyaluran dana desa sebesar Rp782 juta tahun anggaran 2016.
 
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut Sumanggar Siagian dikonfirmasi mengatakan penahanan terhadap tersangka itu, karena terjadinya penyalahgunaan, pembangunan lima infrastruktur di Desa Percut, Kabupaten Deliserdang.
 
Pembangunan proyek tersebut, menurut dia, setelah dilakukan pengecekan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang di lapangan masih ada yang belum dikerjakan.
 
"Tersangka Kepala Desa (Kades) tersebut, telah merugikan keuangan negara dari dana APBN untuk pembangunan desa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat," ujar Sumanggar, kemarin.
 
Ia mengatakan, tersangka CA, menjalani pemeriksaan di Kejari Deliserdang selama empat kali dalam kasus penyelewengan dana desa tersebut, dan selanjutnya dilakukan penahanan, serta dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Lubuk Pakam, Kamis (19/10).
 
Penahanan tersebut, untuk memudahkan penyidikan terhadap tersangka CA.
 
"Kemudian, mencegah tersangka agar tidak merusak barang bukti, mengulangi perbuatan yang sama, dan berusaha melarikan diri," ucap mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.
 
Sumanggar menambahkan, penetapan Kades sebagai tersangka, berdasarkan hasil ekspos atau gelar perkara yang dilakukan penyidik Kejari Deliserdang di depan para pimpinan.
 
Sebelum dilakukan penahanan terhadap orang pertama di Desa Percut itu, telah dilakukan pemeriksaan selama tiga jam.
 
Bahkan, jelasnya, pada Agustus 2017, Kejari Deliserdang telah melakukan penggeledahan di Kantor Desa Percut dan menyita sejumlah dokumen yang terkait kasus korupsi tersebut.
 
Tersangka itu, dijerat melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
"Kerugian negara atas kasus korupsi dana desa itu, mencapai Rp400 juta, dan uang tersebut digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi," kata juru bicara Kejati Sumut. 


(zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats