Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 21 Oktober 2017 20:02 WIB

Kabupaten Sleman Dukung Penerapan Nawacita Jokowi - JK

Sleman, HanTer - Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mencanangkan sembilan agenda prioritas dalam menjalankan pemerintahannya. Sembilan program itu disebut Nawa Cita. Program ini digagas untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.  
 
"Di Sleman penerapan pembangunan daerah sudah sesuai dengan Nawacita. Karena kata kunci dari keberhasilan pembangunan adalah sinergi," ujar Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun M.Kes saat menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan yang digelar Forum Ormas dan LSM Kabupaten Sleman di Joglo Jambon Trihanggo, Gamping, Sleman Jumat (20/10/2017) kemarin.
 
Wabup mengungkapkan sinergi yang paling kelihatan antara pemerintah pusat dengan pemda Sleman adalah penerapan cita ketiga. Yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Saat ini Sleman sedang melakukan program pengenasan kemiskinan dengan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. 
 
"Ini dalam rangka memperkuat daerah sebagai bagian dari negara kesatuan republik Indonesia (NKRI)," terangnya. 
 
Selain itu, lanjut Wabup, program Smart Regency juga merupakan salah satu bukti dari penerapan nawacita. Sebab pembangunan tanpa dibarengi dengan kualitas  sarana dan prasana pendukung yang memadahi akan sulit sesuai harapan. Penerapan Smart Regency ini bahkan telah menjadikan Kabupaten Sleman menjadi nominasi kabupaten dengan penerapan e-goverment terbaik se-Indonesia.
 
Hanya memang diakui wabup, keberhasilan pembangunan juga tidak terlepas dari dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Termasuk di dalamnya organisasi massa dan LSM yang merupakan mitra pemerintah. Oleh karena itu LSM dan pemerintah harus terus sinergi dengan pemerintah tanpa mengurangi independensinya.
 
Syukron Arif Muttaqin menambahkan program pembangunan di Sleman juga menitikberatkan pada peningkatan pembinaan pada generasi muda. Ini diwujudkan dengan dibentuknya dinas khusus yang mengurusi pembinaan generasi muda. "Sekarang sudah ada Dinas Pemuda dan Olahraga. Ini bukti pemerintah serius dalam pembinaan kepemudaan. Dan kedepan sedang didorong peraturan daerah (perda) yang khusus mengatur tentang kepemudaan. Semoga bisa segera terealisasi," harapnya. 
 
Tutik Purwaningsih saat memberikan paparan lebih menitikberatkan pada keberhasilann pembangunan yang sudah mulai mengakomodasi kepentingan kaum perempuan, difable dan anak. "Meksi belum maksimal di beberapa sektor, kami berharap kedepan seluruh sektor pembangunan juga mengakomodasi kepentingan mereka," harapnya. 
 
Sedang Ahmad Munif menyatakan sinergitas Pemkab Sleman dan ormas dan LSM di Kabupaten sudah berjalan baik. Saling mendukung dan melengkapi. "Tujuan pembentukan forum ini memang dalam rangka menjadi mitra bagi pemerintah. Dan keberadaan forum ini hanya satu-satunya di Indonesia. Karena menyatukan ormas dan LSM menjadi dalam sebuah forum,"
 
Tema dari sarasehan ini adalah "Sinergitas Pembangunan Kabupaten Sleman Guna Mendukung Program Nawacita Jokowi - JK". Selain Wabup, hadir sebagai narasumber Ketua DPD KNPI Kabupaten Sleman Syukron Arif Muttaqien SE, Tutik Purwaningsih, SE (Aktivis Perempuan) dan Ahmad Munif, S.Ag (Ketua Forum Ormas dan LSM Kabupaten Sleman). Acara ini dihadiri oleh Badan Kesatuan Bangsa Kabupaten Sleman, perwakilan ormas, LSM, organisasi kepemudaan, kaum difable dan mahasiswa.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats