Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 10 Oktober 2017 18:30 WIB

Kapolda Akui Ada Potensi Konflik Jelang Pilkada Jabar

Semarang, HanTer - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengakui adanya potensi konflik menjelang atau pada hari H dan setelah pemungutan suara dalam Pilkada di Jawa Barat.
 
"Memang rawan konflik, seperti misalnya terkait surat penunjukan bodong terkait penunjukan calon yang akan maju dari salah satu partai. Hanya saja belum mengerucut," ujar Agung dalam konfrensi pers di Akpol, Semarang, Selasa (10/10/2017).
 
Agung menjelaskan kerawanan muncul bukan saja karena faktor penduduk Jawa Barat yang sedemikian besarnya. 
 
"Penduduk Jawa Barat ada sebanyak 47 juta jiwa dan 33 juta jiwa masuk daftar pemilih tetap (DPT), potensi kerawanan bisa terjadi, ada juga di Jabar itu komunitas motor. Kami tetap melakukan pendekatan, sudah bertemu dengan pimpinan parpol, ormas dan para ulama. Saya juga sudah betemu Aa Gym dan ustad Arifin Ilham," paparnya. 
 
Agung menambahkan pesantren yang sangat banyak di Jawa Barat juga menjadi perhatian Polda Jabar, yang juga memberi kontribusi bagi suasana kondusif dan keamanan di setiap wilayah. 
 
"Jabar paling banyak pesantren, satu kabupaten bisa ratusan pesantren, di Cirebon saja ada 1.200 pesantren," terangnya.
 


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats