Di Publish Pada Tanggal : Senin, 28 Agustus 2017 21:06 WIB

Isu Sara Sulit Diangkat Pada Pilgub

Semarang, HanTer - Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang Muchamad Yulianto berpendapat bahwa isu suku, agama, ras, dan antargolongan sulit diangkat pada penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018.

"Isu SARA sulit diangkat, terlebih jika melihat nama-nama figur yang kini muncul ke publik, baik untuk bakal calon gubernur maupun wakil gubernur karena memiliki keyakinan yang sama," ujar Muchmad Yulianto di Semarang dikutip Antara, Senin (28/8/2017).

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) Semarang, diketahui juka perilaku pemilih Jateng ternyata masih sensitif dengan keyakinan dan agama dalam pilihan politik.

"Sebanyak 46,6 persen pemilih masih menempatkan agama dan keyakinan menjadi pertimbangan pada saat menentukan pilihan pasangan calon dalam pilgub mendatang," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut bisa jadi karena efek perilaku politik Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Pilkada DKI kemarin itu membunuh moral demokrasi sebab mengesampingkan integritas, kompetensi, seseorang dengan kepercayaan," katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur LPSI itu, berharap para kandidat yang maju pada Pilgub Jateng 2018 mengusung isu, seperti soal lingkungan, pembangunan infrastruktur, dan pengurangan angka kemiskinan, bukan tentang keyakinan.

Ganjar Pranowo yang berencana maju kembali sebagai petahana berharap Pilgub Jateng mendatang tidak diwarnai isu SARA.

"Mudah-mudahan sih tidak ada isu SARA, terutama mereka yang trauma dengan di Pilkada Jakarta," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Sriyanto Saputro juga mengharapkan hal serupa dan meminta semua parpol ikut mendorong agar pesta demokrasi lima tahunan bisa berjalan dengan baik, tanpa ada isu SARA.

"Sebaiknya kita bertarung secara sehat dan fair karena pilkada adalah sarana pesta demokrasi. Saya kira gak perlu membawa isu SARA, apalagi masyarakat Jateng juga sudah cerdas, gak bisa dikompor-kompori," katanya.


(zamzam)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats