Di Publish Pada Tanggal : Senin, 28 Agustus 2017 04:44 WIB

Pondok Pesantren Al Mizan Kembangkan Teknologi Bio Gas

Banten, HanTer - Pondok pesantren Al-Mizan yang terletak di Cikole Pandeglang Banten menerima kedatangan Sesditjen Penguatan Inovas Kemenristekdikti DR. Hadirin Suryanegara dan Wakil Rektor I Universitas Tirtayasa (Untirta)Dr. H. Fatah Sulaiman,S.T.,M, Kamis (24/8/2017) kemarin. Kedatangan pejabat Kemenristekdikti dan Warek I Untirta tersebut langsung sambut Pimpinan Ponpes Al Mizan, Drs. KH.Anang Azhare Alie, M.Pd.I.
 
Kedatangan pejabat Kemenristekdikti ke Ponpes Al Mizan untuk membahas tentang potensi inovasi teknologi yang ada di pesantren tersebut.  Pesantren dengan luas 8 hektar dengan 800 santri wanita ini memiliki potensi sumber daya alam yang sudah dikembangankan menjadi inovasi teknologi.    
 
Drs. KH. Anang Azhare Alie, M.Pd.I mengatakan, tujuan didirikan pesantren ini adalah bagiamana mempersiapan santri untuk biasa bermanfaat untuk masyarakat. Inovasi yang ada di pesantren Al Mizan adalah bio gas dangan mengunakan bahan bakar dari kotoran manusia dan hewan. Namun pengunaannya belum optimalisasi dikarenakan para santri belum maksimal mengunakannya WC umum sebagai bahan bakar Bio Gas.
 
Suwarno yang merintis Bio Gas di pesantren Al Mizan mengatakan untuk mencapai hasil yang optimal dibutuhkan 500 santri perhari membuang kotorannya dapat menghasilkan bio gas yang maksimal. Sebelumnya awal uji coba pembuatan bio gas menggunakan kotoran sapi 2-3 kwintal hasilnya dapat memenuhi kebutuhan gas di pesantren terutama untuk memasak. 
 
Sementara Sesditjen Penguatan Inovasi DR. Hadirin Suryanegara mengatakan, data menunjukkan bahwa jumlah Perusahaan Pemula berbasis Teknologi (PPBT) pada tahun ini sebanyak 400 PPBT. Pondok Pesantren juga merupakan entitas penting dalam tumbuh kembangnya PPBT di Indonesia. "Sebanyak 20% dari jumlah itu akan dikembangkan di Pondok Pesantren,” imbuh Hadirin.
 
Hadirin menjelaskan bahwa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa akan membantu dalam riset teknologinya karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat pesantren karena akan menghemat biaya gas.  Selain itu tujuan pihaknya memilih pondok pesantren sebagai tempat implementasi hasil inovasi teknologi tersebut adalah dalam rangka alih teknologi guna meningkatkan ilmu pengetahuan serta membangun kewirausahaan di lingkungan ponpes, ujar Hadirin.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats